Kemenpar Bidik 5 Negara Arab Untuk Promosikan Wisata Indonesia

0
manama_skyline

Lima Negara di timur tengah yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar dan Oman menjadi negara-negara yang sedang dibidik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menjual pariwisata Indonesia. Bukan tanpa alasan kenapa Kemenpar memilih lima negara di kawasan teluk itu.

Kepala Bidang Perjalanan Wisata dan Pengenalan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika, Kementerian Pariwisata, Rita Sofia Abdul Haris, di Manama, mengatakan kelima negara tersebut cukup potensial untuk mendatangkan wisatawan berwisata ke Indonesia.

Rita mengatakan Kemenpar sebelumnya sudah melakukan promosi wisata ke lima negara kuat di Timur Tengah itu,  khususnya Bahrain.  Promosi terus digencarkan dan hasilnya pun cukup puas. Tidak sedikit wisman di negara arab tersebut yang menyambangi Indonesia. Namun pada tahun 2011 lalu, promosi dihentikan karena anggaran Kempar yang tergolong kecil. Dengan anggaran yang minim tersebut, Kemenpar terpaksa memilih negara mana saja yang benar-benar berpotensi menghadiran warganya untuk berkunjung ke destinasi wisata di Indonesia.

“Tahun 2017 ini kita mulai lagi. Untuk Bahrain, alasannya karena ternyata para pelaku usaha menilai Bahrain cukup potensial. Alasan kedua, karena Bahrain dekat dengan Arab Saudi sehingga banyak warga Arab Saudi yang serinng berlibur ke Bahrain.” Kata Rita, Minggu, 17 Desember 2017.

Kenapa harus memilih Bahrain? Bahrain merupakan negara arab yang bebas (liberal). Banyak warga asing (ekspatriat) yang tinggal di Bahrain. Utamanya warga Arab Saudi.  “ Di Arab Saudi ada Kota Damam yang hanya tiga jam perjalanan ke Bahrain,” ujar Rita.

Karena itu tidak salah jika Indonesia menggalakan promosi ke Bahrain dan promosi itu dinilai sama mempromosikan wisata Indonesia juga kepada orang Arab dan warga asing dari berbagai negara. Wisatawan asal Arab Saudi, ujarnya, tergolong royal, bisa menghabiskan 2.300 dolar AS per kunjungan per orang, jauh lebih tinggi misalnya dibandingkan dengan wisatawan asal Malaysia yang hanya menghabiskan sekitar 500 dolar AS per kunjungan.
Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Bahrain, Nur Syahrir Rahardjo, mengatakan angka kunjungan wisatawan asal Bahrain ke Indonesia relatif kecil, terus mengalami peningkatan. Angka kunjungan wisatawan Bahrain ke Indonesia pada 2016 sebesar 1.641 orang dan berdasarkan data KBRI Manama, hingga Oktober 2017 telah mencapai 2.470 orang, dari total sekitar 1,5 juta jiwa penduduk Bahrain.

“Tetapi sebenarnya banyak juga ekspatriat yang tinggal di Bahrain namun menggunakan paspor negara masing-masing, yang berlibur ke Indonesia. Dari 1,5 juta penduduk Bahrain, hanya 40 persen yang asli Bahrain, 60 persen lainnya adalah ekspatriat,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *