Headline NewsInvestmentTourism

Kemenpar Sepakati Sektor Pariwisata Butuh Investasi Sebesar Rp500 Triliun

Menteri Pariwisata (Menpar) mengatakan target investasi sektor pariwisata sebesar Rp500 triliun,  bukan hanya diperuntukan bagi 10 destinasi baru saja,  namun juga untuk  seluruh destinasi yang masuk Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN). Menpar menyebut dari target Rp500 triliun itu, porsinya dibagi dua.

“Berapa-berapa kira-kira 50 persen 50 persen. Itu bagus, seperti yang rekan-rekan ketahui jumlah KSPN itu ada 88, 10 Bali Baru itu kurang lebih mewakili KSPN. 10 terhadap 80 tapi alokasinya 50 persen disitu,” kata Menpar saat jumpa pers Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III Tahun 2018 di Jakarta, Rabu, 26 September 2018.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan sektor pariwisata membutuhkan investasi sebesar Rp500 triliun mulai 2019 hingga 2024. Meski dimulai tahun depan, namun Menpar memperkirakan realisasi investasi yang masuk hingga saat ini, sudah mencapai 30 persen.

“500 triliun itu disepakati tadi malam sampai 2024, lima tahun yang akan datang. Karena kita menghitung. Contoh yang 10 Bali Baru itu, kita butuhnya 20 miliar dollar, itu sudah mulai tahun 2015. Berapa yang sudah itu susah, tapi saya bisa menebak kira-kira 30 persen.  Saya berikan contoh, pemerintah lima tahun ini, membutuhkan 5.000 triliun, apa yang terjadi setiap tahun hanya terjadi, setiap tahun hanya  tersedia, saya bulatkan saja sekitar 300 triliun. Sehingga dalam waktu lima tahun hanya 1.500 trliun atau sekitar 30 persen dari kebutuhan yang sebenarnya,” ujar Menpar.

Selama periode 2019 – 2024, dibutuhkan investasi yang terdiri dari  120.000 hotel rooms, 15.000 restoran,  100 tamanrekreasi, 100 operator diving, 100 marina, dan 100 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan melibatkan peran serta dunia usaha, serta program pembangunan 100.000 homestay dengan melibatkan UKM pariwisata.

“Besarnya kebutuhan investasi dan pembiayaan di sektor pariwisata ini kita coba petakan dan bahas dalam Rakornas PariwisataIII/2018,” ungkap Menpar.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close