Headline NewsTourism

Kemenparekraf Jalankan Program Revitalisasi di Sejumlah Destinasi Wisata Bali

Membangkitkan pariwisata Bali yang sempat lesu akibat pandemi Covid-19, salah satunya  harus dilakukan dengan memperbaiki fasilitas destinasi. Hal itulah yang dijalankan  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melalui program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan, revitalisasi destinasi wisata Bali menjadi bagian penting karena dapat kembali menggairahkan semangat wisatawan untuk berkunjung ke Bali.  Revitalisasi difokuskan pada perbaikan amenitas di daya tarik wisata (DTW) berupa perbaikan toilet dan penambahan fasilitas lain untuk menunjang kebersihan, kesehatan, keamanan, serta kenyamanan pengunjung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Hari menerangkan Program revitalisasi destinasi wisata Bali merupakan inisiasi dari Kemenparekaf untuk membangun kembali pariwisata di Bali. Pelaksanaannya dikerjakan secara  bertahap di beberapa DTW yang tersebar di 8 kabupaten dan 1 kota se-Bali.

“ Tentu dukungan revitalisasi destinasi wisata Bali akan kami sesuaikan dengan prioritas dan kebutuhan di masing-masing DTW yang memang sudah menjadi tujuan wisata dan banyak pengunjungnya. Rencana akan kami mulai dari Tanah Lot Kabupaten Tabanan dan Tirtha Empul Kabupaten Gianyar,” ujar Hari

Jika tidak ada hambatan Program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan diadakan pada Oktober 2020 bersamaan dengan program reaktivasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurut Hari, program ini juga merupakan dukungan program pemerintah dalam menyediakan faslitas bagi tenaga kesehatan maupun pasien positif Covid-19 tanpa gejala. Dengan fasilitas yang sempurna dan bersih maka program isolasi mandiri yang digagas pemerintah dapat berjalan dengan baik dan meminimalisir resiko penularan.

“Program reaktivasi industri pariwisata dan ekonomi kreatif adalah upaya pemulihan ekonomi nasional untuk membantu industri perhotelan di masa pandemi COVID-19, yaitu dengan menyiapkan akomodasi untuk tenaga kesehatan dan pasien konfirmasi tanpa gejala. Khusus Bali, telah disiapkan 680 kamar hotel dan sedang dalam proses penetapan MoU dan petunjuk teknis pelaksanaan,” kata Hari.

Hari melanjutkan, program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali juga akan dimulai bersamaan dengan peresmian revitalisasi toilet Pantai Kuta. Revitalisasi toilet Pantai Kuta merupakan salah satu prototype kegiatan Bali Rebound yang telah dilaksanakan sejak Juni-Agustus 2020. Kegiatan Bali Rebound dilaksanakan dalam bentuk bersih destinasi dan dukungan CHSE di 4 lokasi di Kabupaten Badung yakni Kawasan ITDC Nusa Dua, Pantai Pandawa, Pantai Kuta, dan Uluwatu dengan melibatkan pekerja Parekraf sebanyak kurang lebih 500 orang.

“Peresmian revitalisasi toilet sekaligus menjadi penanda dimulainya kegiatan Revitalisasi Destinasi Wisata Bali yang akan dilakukan di 8 Kabupaten dan 1 kota di Bali,” ujar Hari.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II, Wawan Gunawan, mengatakan program Bali Rebound adalah role model yang diterapkan di program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali.

“Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan difokuskan kepada perbaikan toilet yang ada di DTW serta penambahan beberapa fasilitas CHSE lainnya namun tetap dengan inovasi agar penyempurnaan fasilitas di destinasi dapat dirasakan oleh wisatawan,” ujar Wawan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close