Kementerian ESDM: Aktivitas Kegempaan Anak Gunung Krakatau Menurun
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan perkembangan terkini kondisi Anak Gunung Krakatau. Pada Sabtu (29/12/2018), aktivitas kegempaan anak Gunung Krakatu mengalami penurunan. Kondisi itu, diketahui setelah dilakukan pemantau terus menerus oleh Badan Geologi Kementerian ESDM.
Dalam pantauannya, menurunnya aktivitas kegempaan diketahui antara lain dari letusan. Biasanya gunung ini, mengeluarkan letusan setiap 9 menit. Namun sepanjang Sabtu (29/12/2018) hanya dua letusan.
“Kami berharap aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau terus menurun, sehingga masyarakat yang mengungsi bisa kembali ke rumah,” kata Nugroho, petugas Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral saat jumpa pers di Posko Utama Terpadu Penanggulangan Bencana Tsunami di Labuan, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12/2018).
Selain letusan, tinggi kolom erupsi juga tidak terlalu tinggi. Data Badan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan tinggi kolom erupsi hanya 700 meter pada pukul 15.00 WIB. Sebelumnya tinggi kolom erupsi bisa mencapai 1.000 meter pada pukul 12.06 WIB.
Meski ada penurunan aktivitas kegempaan, masyarakat yang berada jauh dari Anak Gunung Krakatau untuk tetap waspada.
“Erupsi trennya mengalami penurunan, namun jangan dulu gembira. Tetapi yang jelas ada tren yang positif,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, pihaknya terus melakukan evaluasi apakah kegempaan Gunung Anak Krakatau bisa diturunkan statusnya. Pos Pesauran Kabupaten Serang setiap enam jam melaporkan aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau ke Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.
Pelaporan data itu nantinya dilakukan evaluasi untuk mengubah status kegempaan Anak Krakatau. Namun, saat ini status Gunung Anak Krakatau masih siaga level III dengan radius yang harus dihindari 5 km dari kawah.
