Headline NewsInvestment

Kepala BKPM Optimis Investasi di Tahun Politik 2019 Tetap Meningkat

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong tak mengelak jika disebut Pemilihan Umum (pemilu) 2019 dapat memperlambat arus investasi yang masuk ke Indonesia. Karena berdasarkan pengalaman yang terjadi, banyak pelaku usaha yang terlebih dahulu melihat perkembangan politik jelang dan saat pemilu digelar.

Namun, bekas Menteri Perdagangan ini optimis arus investasi di tahun 2019 akan meroket pasca pemilu. “Kalau lihat sejarah 20 tahun terakhir, investasi selalu melambat memasuki tahun pemilu, dan recover cukup tajam setelah pemilu usai,” kata Thomas usai mengikuti pemaparan Laporan Triwulanan Bank Dunia di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Bahkan Thomas memprediksi pelaku usaha akan berlomba-lomba menanamkan modalnya di Indonesia setelah memastikan situasi politik stabil setelah pemilu. Thomas pun yakin Pemilu 2019 akan berlangsung kondusif dan tidak ada gejolak politik pasca pemilu.

Thomas menilai, bagi pelaku usaha pasca pemilu merupakan moment yang tepat untuk berivestasi. Biasanya para pelaku usaha mengincak sektor -sektor yang prospektif untuk jenis usaha yang didirikannya.

“Dari sisi siklus, investasi secara umum atau FDI akan recover pada 2019,” ujar Thomas.

Kendati demikian, Thomas memprediksi tahun depan masih ada tantangan ekonomi yang tidak kalah dahsyatnya dengan tahun 2018. Tantangan itu berupa gejolak ekonomi global yang dapat mempengaruhi perekonomian Indonesia.

“Tapi harus tetap semangat melakukan reformasi dan kerja keras untuk berbenah meningkatkan daya saing dengan Vietnam, Thailand dan Malaysia,” kata Thomas.

Sebelumnya, Thomas mengungkapkan terjadinya penurunan arus modal asing (FDI) untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

FDI yang biasanya dapat mencapai 20 miliar dolar AS, untuk 2018 diperkirakan hanya bisa tercatat sebesar 11-13 miliar dolar AS. Untuk itu, pemerintah terus berupaya mendorong perbaikan iklim investasi dengan memperkenalkan sistem layanan integrasi secara elektronik (OSS).

Layanan perizinan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi dalam industri pengolahan terutama yang berbasis ekspor dan subtitusi impor.

Selain itu, pemerintah juga melakukan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) dan melakukan relaksasi dengan menambah jumlah usaha yang bisa mendapatkan insentif perpajakan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close