Kereta Kencang JKT-SBY Versi KAI Lebih Murah Dibanding Jepang
Wacana pembangunan proyek kereta kencang rute Jakarta-Surabaya sudah santer dibahas sejak beberapa waktu lalu, masyarakat pun memiliki berbagai macam pandangan terkait dengan akan dibangunnya proyek ini. Masalah yang disoroti lebih kepada pemberian kepercayaan kepada investor Jepang menangani proyek besar tersebut.
Akhirnya PT Kereta Api Indonesia pun diberi kesempatan menunjukkan gambaran serta hitung-hitungannya terkait pembangunan proyek kereta kencang Jakarta-Surabaya ini.
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dibantu Direktorat Jenderal Perkereta Apian, Kementerian Perhubungan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan kajian untuk proyek kereta kencang jurusan Jakarta-Surabaya.
Dari hasil kajian ketiganya, diperoleh sebuah skema pembangunan proyek dengan nilai konstruksi yang lebih murah ketimbang yang ditawarkan pihak Jepang. Hal tersebut disampaikan dalam rapat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, hari ini.
“Tadi kita lagi melihat hasil penelitian Jakarta-Surabaya. Karena, mereka datang dengan alternatif lain. Jadi saya suruh studi lagi karena cost-nya lebih rendah. Tapi kecepatan kereta apinya tetap bisa 160 km per jam,” tutur Menko Kemaritiman, Luhut Panjaitan di kantornya, Jumat (3/2).
Sebelumnya, pihak Jepang telah melakukan kajian untuk proyek yang sama. Nilai investasi proyek Kereta Jakarta-Surabaya yang ditawarkan Jepang diperkirakan mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 39 triliun. Sementara yang ditawarkan grup KAI, ternyata bisa lebih murah.
“Dia bilang bisa Rp 22 triliunan lah-Rp 23 triliunan tapi itu preliminary study,” tandas Luhut.
Terkait hal tersebut, Luhut pun mengakui akan mempertimbangkan lebih lanjut usulan dari dalam negeri yang nilai investasinya lebih murah tersebut.
“Jadi kita lihat model yang cocok. Ngapain kita keluar, tinggi kalau bisa angkanya rendah?” tutupnya.
