Kolaborasi Modern Cancer Hospital Guangzhou dan Yayasan St. Yohanes Mutiara Karawaci Bahas Teknologi Baru Lawan Kanker

St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou berkolaborasi dengan Yayasan St. Yohanes Mutiara Karawaci menggelar seminar kesehatan tentang teknologi terbaru untuk mencegah dan mengobati kanker di Hotel Aston Pluit, Jakarta, Sabtu (20/07/2024). Seminar ini, dihadiri 50 perserta dari Jabodetabek.
Acara seminar diawali dengan paparan dari Founder Yayasan St. Yohanes Mutiara Karawaci, Dr. Theresia Dimiyati L., SKIM., MM., Ph.D. Dr. Theresia menekankan konsep “back to nature” sebagai fondasi utama dari filosofi pengobatan yang dia advokasi. Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan adalah adalah pencegahan. “Manusia harus mencegah dulu, bukan diobati,” ungkapnya.
Dr. Theresia menjelaskan bahwa hal ini dimulai dari pola hidup sehat, pola makan yang baik, pola pikiran yang positif, serta menjaga keseimbangan emosi dan minum yang tepat, serta cara duduk yang baik.
“Pendekatan kami di TJM adalah untuk mengajarkan bahwa bangsa Indonesia harus bebas dari penyakit, dan bebas dari penggunaan bahan kimia yang beracun,” tambahnya.
Dia juga mengkritisi penggunaan antibiotik dan konsumsi susu serta daging merah yang dapat mengubah pH darah menjadi asam, mengganggu aliran darah, dan berpotensi menyebabkan terbentuknya tumor.
“Dalam pengobatan tradisional Tiongkok (TCM), masalah seperti stagnasi darah dapat diatasi dengan menggunakan herbat dan akupunktur, serta latihan meditasi dan pernafasan,” jelasnya.
Dr. Theresia menegaskan bahwa upaya mereka adalah untuk memastikan bahwa setiap individu mencapai kesehatan yang optimal dengan memulai dari tubuh yang sehat, pikiran yang sehat, dan jiwa yang sehat. “Kami percaya bahwa dengan mengikuti alam, setiap orang dapat mencapai kemandirian dalam kesehatannya,” katanya.

Setelah paparan dari Dr. Theresia, acara seminar dilanjutkan dengan paparan dari , Tim doktter dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou. Melalui sambungan tele conference, tim dokter memperkenalkan metode Pengobatan Minimal Invasif yakni sebuah metode pembedahan untuk diagnostik ataupun terapi yang dilakukan melalui sayatan luka kecil. Sayatan itu akan menghasilkan luka kecil agar bisa diakses oleh dokter untuk melakukan sejumlah tindakan pengobatan.
Ada 21 teknologi baru Minimal Invasif, yang dimiliki St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou untuk mengobati pasien penderita kanker, salah satunya adalah Nano Knife. Teknologi Nano Knife merupakan teknologi baru ablasi tumor, tegangan tinggi dilepaskan melalui jarum elektroda untuk mematikan sel tumor, membentuk skala nano elektroporasi, menghancurkan keseimbangan sel dalam dan luar, sehingga sel mati dengan cepat. Waktu ablasi sangat cepat, penerapan pada tumor padat dengan ukuran 3cm, waktu ablasi yang dibutuhkan tidak lebih dari 5 menit.
Area ablasi seperti pembuluh darah, saluran empedu, syaraf, saluran kencing dan lain sebagainya dapat tetap dipertahankan, area pengobatan dapat digantikan dengan cepat oleh sel-sel normal dan kembali berfungsi dengan normal.
Selian Nano Knife, teknologi lainnya adalah Intervensi yakni teknologi Microtubule superselection yang dapat mematikan tumor dengan akurat. Kemudian ada Microwave Ablation yang dapat memancarkan suhu tinggi lokal untuk membakar tumor, lalu 3D Printed Template-Assisted Seed Implantation yang berfungsi untuk membunuh sel kanker dengan cahaya malam.

Mr. Hu Ye Hai, Manager Brand Office Jakarta dari St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, menegaskan St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou, mengusung pendekatan pengobatan yang minim invasif, dengan fokus pada mengurangi perlukaan dan risiko infeksi, serta menghindari prosedur konvensional seperti kemoterapi, operasi, dan radioterapi.
“Hal yang paling utama dari tindakan medis di rumah sakit kami adalah intervensi, cryosurgery, dan penerbangan biji partikel, yang semuanya dilakukan tanpa tindakan pembedahan besar, hanya melalui mediasi dengan jarum,” ujarnya.
Mr. Hu Ye Hai juga menyoroti bahwa pendekatan ini tidak hanya menyasar pada gejala kanker, tetapi langsung mengatasi akar masalahnya, meningkatkan prospek kesembuhan bagi pasien. Meskipun belum ada rencana konkret untuk membuka cabang di Indonesia, Hu Ye Hai menyatakan keterbukaan untuk berkolaborasi dengan rumah sakit lokal guna menghadirkan teknologi pengobatan terbaru bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, Mr. Hu Ye Hai menyampaikan harapannya bahwa seminar ini tidak hanya memberikan pemahaman lebih lanjut tentang pilihan pengobatan kanker yang ada, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini.
“Kami berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia dalam hal edukasi kesehatan,” katanya.
Pada seminar ini, turut dihadirkan mantan pasien penderita kanker yang sudah sembuih total dari penyakit kanker hidung. Penyakit kanker yang dideritanya hambil beberapa tahun ini sembuh setelah menjalani pengobatan di St. Stamford Modern Cancer Hospital Guangzhou
