Kuwait dan Yaman Tertarik Investasi Kopi Robusta di Lampung

0
IMG-20180305-WA0025

Pembahasan soal kopi robusta asal Lampung menjadi pembahasan yang menarik bagi sejumlah  duta besar dari  negara-negara di Timur Tengah. Yaman dan Kuwait menjadi negara di Timur Tengah yang paling menonjol mengetahui lebih banyak  tentang kopi yang paling terkenal di provinsi Lampung itu.

Pembahasan soal kopi ini dilakukan saat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengajak sejumlah Dubes Timur Tengah berkunjung ke Lampung pada 5-7 Maret 2018.   Diantara tanggal itu, para Dubes berkesempatan untuk mengunjungi PT Nestle Indonesia Panjang Factory  yang berlokasi di Kota Bandar Lampung.

Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, diwakili Kuasa Usaha Republik Yaman Mohammed Ali Saleh Al Najar misalnya, bertanya  kepada PT Nestle Indonesia , sebagai pihak yang mengelola kopi robusta. Hal serupa juga dilakukan , perwakilan dari Kuwait, yakni Kuasa Usaha Republik Kuwait Abdullah YB SH Al-Fadhli yang menanyakan terkait strategi Nestle Indonesia ke depan untuk memasuki dunia perdagangan di Negara Timur Tengah.

Direktur Legal Nestle Indonesia, Debora mengatakan Nestle Indonesia merasa banga dapat di kunjungi dubes-dubes dari Timur Tengah itu. Debra berharap kunjungan ini dapat mendorong kerjasama kedua kea rah yang lebih baik lagi.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami kedatangan Duta Besar Negara Timur Tengah. Semoga kunjungan ini dapat  meningkatkan kerjasama antar kedua negara, khususnya bagi Provinsi Lampung,” ujar Debora.

Ia menjelaskan banyak produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Nestle Indonesia seperti Kembang Gula & Coklat (Fix’s, KitKat, Permen POLO, MILO, Nestle CRUNCH), Kopi (Nescafe), minuman, nutrisi anak keluarga, sereal sarapan, produk kuliner dan lainnya. “Pabrik Nestle yang ada di Panjang, Lampung, merupakan pabrik yang mengolah kopi instan Nescafe. Dan kopi yang digunakan adalah kopi robusta Lampung,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri, Sunarko menjelaskan kedatangan Duta Besar Negara Timur Tengah untuk menggali potensi investasi yang ada di Provinsi Lampung.Harapannya kunjungan ini dapat meningkatkan kerjasama, investasi dan hubungan perdagangan antar kedua Negara.

“Semoga para Duta Besar dapat menyampaikan informasi yang diperolehnya tentang potensi Provinsi Lampung kepada para pebisnis dan investor di negaranya,” kata dia.

Menurut  Sunarko , Duta Besar Negara Timur Tengah telah melihat secara langsung potensi produk dan pemasaran Lampung. Tentunya pihak duta besar akan mendalami lagi terkait potensi yang dimiliki Lampung.

“Pada akhirnya mereka akan mendalami potensi yang ada di Lampung, baru setelah itu pihak duta besar akan kunjungan kembali untuk MoU dengan Provinsi Lampung. Harapannya akan terdapat kerjasama antar kedua negara lebih lanjut, khususnya bagi Provinsi Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *