Kuwait National Cinema Company Larang Beauty and the Beast Tayang
Kuwait National Cinema Company akhirnya memutuskan film “Beauty and the Beast” dilarang di negera itu, meskipun sudah digelar saat penayangan perdana. Kamis 16 Maret lalu, Film “Beauty and the Beast” telah dinikmati publik Kuwait, tapi perusahaan itu menariknya empat hari setelahnya, untuk meninjau ulang kontennya.
“Para pelanggan yang terhormat: Kami ingin memberi tahu Anda bahwa manajemen Kuwait National Cinema Company memutuskan untuk melarang film ‘Beauty and the Beast’,” tulis Kuwait National Cinema Company melalui akun Twitter resminya pada Selasa (21/3/2017).
Dalam cuitan tersebut, pihaknya juga menulis, “sejalan dengan tanggung jawab dan prinsip-prinsip perusahaan pada pelanggan belia.”
Seperti diketahui, “Beauty and the Beast” dikritik di beberapa negara Muslim dengan pertimbangan memuat “adegan gay”. Meski dari pihak Disney sendiri mengatakan, film yang dibintangi Emma Watson itu di negara mayoritas Muslim, yaitu Malaysia, tanpa disensor.
Le Fou, tangan kanan tokoh antagonis Gaston, dianggap sebagai pria gay yang tidak pantas untuk ditonton oleh publik penikmat film dengan scene yang gamblang memuat “adegan day”. Adegan yang disebut-sebut kali pertama dilakukan sepanjang sejarah film yang dibuat Disney. Beberapa pihak beranggapan sebaliknya, adegan Le Fou dan Gaston tidak bisa ditafsirkan sepenuhnya sebagai refleksi gay, karena bisa berarti persahabatan dan lainnya.
“Beauty and the Beast” pada tayang perdananya telah meraup penonton dengan kategori box affice. Film ini mampu mendapatkan keuntungan 175,7 juta dolar AS di Amerika Utara dan total 357 juta dolar AS, sesuai data senin lalu.
