EconomicHeadline NewsTechTechnology

Lagarde Terkesan Dengan Perkembangan Infrastruktur, Wisata, Hingga Fintech Indonesia

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengaku sangat terkesan saat melihat berbagai perkembangan sektor infrastruktur, wisata, hingga budaya Indonesia yang dipamerkan di Paviliun Indonesia yang terdapat di area kegiatan Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018, pada Rabu, 10 Oktober 2018.

Lagarde mengunjungi Paviliun Indonesia dan menyambangi satu persatu stan pameran. Pada saat menyusuri BUMN Hall, wanita yang menjabat sebagai pimpinan tertinggi IMF sejak Juli 2011 silam ini terlihat antusias mendengarkan paparan dari pemandu. 

Seperti pada saat Lagarde melihat maket-maket sektor infrastruktur yang ditampilkan di BUMN Hall. Dia menyatakan kekagumannya karena Indonesia sudah dapat memproduksi pesawat. “Saya senang Indonesia bisa membangun pesawat sendiri dan bisa mengekspornya ke luar dengan menggunakan material sendiri,” ujar Lagarde. 

Lagarde juga terpukau ketika melihat maket proyek Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Wanita asal Prancis itu sempat mengungkapkan ketertarikannya dengan KEK Mandalika setelah mengetahui wilayah ini terbebas dari kerusakan saat gempa mengguncang Lombok pada Juli lalu dan masih memiliki banyak villa yang dapat dijadikan sebagai investasi.

“Berarti saya harus membeli rumah atau villa di sana,” kata Lagarde tersenyum. 

Tak hanya terkesima dengan pembangunan infrastruktur dan wisata Indonesia, Lagarde juga menunjukkan perhatiannya ketika menyambangi para pengrajin batik dan tenun di area workshop. Dia bahkan sempat mencoba melukis kipas di salah satu booth.

Kunjungan Lagarde ke Paviliun Indonesia kian menarik perhatian ketika dia menghampiri seniman musik Sasando. Wanita berusia 62 tahun itu bahkan sempat meminta pemain Sasando tersebut membawakan salah satu lagu kesukaannya.

“Ibu minta saya mainkan lagu Let It Be milik The Beatles. Ya, lumayan grogi, sih,” ungkap Ivan, pemain Sasando yang mengaku cukup sering bermain musik untuk wisatawan asing. 

Antusiasme Lagarde dengan Indonesia juga ditunjukkan saat dia melihat hasil kerajinan tangan dari kekayaan alam Indonesia. Dia terlihat banyak mengajukan pertanyaan tentang perhiasan berbahan perak dan mutiara yang dipamerkan. 

“Ibu Lagarde tertarik sekali dengan perhiasan berbahan silver dari Bali dan pearl. Beliau bilang, di Prancis tidak ada yang seperti itu setelah kami sampaikan bahwa perhiasan mutiara ini semuanya berasal dari laut Indonesia,” ungkap Angga Risnando, salah satu Marketing Executive di Art and Craft hall. 

Dalam kesempatan itu Lagarde juga mengungkapkan kekagumannya setelah mengetahui bahwa pengunjung Paviliun Indonesia dapat mengetahui langsung harga produk-produk yang ditampilkan dalam eksibisi melalui aplikasi smartphone. 

“Ini bagus sekali. Sangat fintech. Kalian selangkah lebih maju,” tutur Lagarde.

Tentang Paviliun Indonesia
Paviliun Indonesia yang terletak di area utama Annual Meetings 2018 dan menampilkan banyak sisi menarik dari segi pembangunan, bisnis, proyek strategis nasional, wisata hingga kekayaan seni budaya serta kerajinan tangan khas Indonesia. 

Berbagai faktor pendukung investasi yang dapat menarik perhatian para investor untuk menanamkan modal turut ditampilkan dalam showcase hall seluas 2000 meter tersebut.

Area Paviliun Indonesia terbagi dari beberapa ruangan tematik seperti BUMN Hall, Area Workshop, Area Pameran, VIP Lounge, Investment Lounge, dan Stage pavilion /Coffee Shop. Para tamu dapat menelusuri setiap ruangan yang memiliki keunikan masing-masing. 

Melalui Paviliun Indonesia juga dijabarkan tentang semangat Nawacita yang diaplikasikan Indonesia dalam setiap aspek pembangunan. Pavilion Indonesia mengajak para investor menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Indonesia dalam bidang ekonomi, industri, infrastruktur, pariwisata hingga seni dan kerajinan tangan tradisional Indonesia. 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close