Lima Pasien HIV Tak Terdeteksi Virus Lagi Usai Penelitian ini

0
18649988-Structure-of-human-immunodeficiency-virus-HIV-illustration-for-basic-medical-education-for-clinics-a-Stock-Vector

Lima pasien pengidap human immunodeficiency virus (HIV) yang menjadi objek penelitian di Barcelona, Spanyol dinyatakan mendapatkan hasil menggembirakan. Di mana sebelumnya tim imuwan menggabungkan dua jenis vaksin HIV inovatif fengan obat kanker.

Penelitian yang dilakukan selama tiga tahun itu membuahkan hasil virus tidak terdeteksi pada kelima orang tersebut, yang merupakan bagian dari 24 orang pasien penerima uji coba. Mereka pun bisa mencegah penularan pada orang lain dengan sistem imun yang dimiliki di tubuh mereka. Lebih mengembirakan, salah satu dari kelima orang ini pun dinyatakan bebas obat selama tujuh bulan.

Hasil penelitian ini menjelaskan sudah berada pada jalur yang benar untuk menciptakan terapi alternatif. Selain terapi yang digunakan selama ini oleh penderita HIV, berupa konsumsi obat antiretroviral (ARV) yang digunakan secara standar setiap hari sepanjang hidup mereka.

Walau begitu, obat ARV masih mahal dan memberikan efek samping kurang nyaman. Di Indonesia, ARV disubsidi pemerintah. Pasien juga harus mengingat jadwal minum obat yang perlu dikonsumsi seumur hidup.

Direktur Eksekutif AIDS Vaccine Advocacy Coalition Mithcell Warren mengungkapkan vaksin yang mereka teliti merupakan bentuk vaksin terapeutik yang digunakan untuk pasien yang sudah terinfeksi. Bertujuan untuk lebih mudah mengendalikan virus tanpa perlu minum obat setiap hari seperti yang berlaku selama ini lewat terap ARV.

Cara kerja vaksin yang dalam penelitian tersebut adalah merangsang produksi sel darah merah. Kemudianampu mengidentifikasi sekaligus menghancurkan sel-sel yang telah terinfeksi virus HIV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *