Sports

Liverpool Tumbangkan Chelsea di Final Super Eropa

Liverpool berhasil menjuarai Piala Super Eropa 2019. Ini setelah The Reds menaklukkan Chelsea lewat adu penalti dengan skor 5-4.

Kemenangan ini menjadi yang kedua selama 14 tahun setelah sebelumnya mereka juga turut memenangkan gelar serupa pada 2005 setelah mengalahkan CSKA Moskow dengan skor 3-1.

Lima menit babak pertama, Liverpool langsung mengambil kendali permainan. Mereka menciptakan peluang melalui tembakan salto Sadio Mane saat menerima umpan silang Henderson. Namun peluang itu masih gagal menjadi gol.

Setelah ditekan hebat selama kurang lebih 10 menit, Chelsea akhirnya bisa mengancam pertahanan Liverpool melalui tembakan dari luar kotak penalti yang dilakukan Pedro. Hanya saja tembakan tersebut masih melebar di sisi kiri gawang.

Saat serangan Liverpool yang lebih banyak dilakukan masih buntu. Chelsea mengancam melalui serangan balik cepat yang dilakukan Giroud. Namun, tembakan pemain asal Prancis itu masih melebar di sisi kiri gawang.

Chelsea kembali mengancam pertahanan Liverpool melalui Pedro dan Giroud, namun kedua kesempatan itu gagal menjadi gol. Dua peluang matang tersebut langsung membuat Jurgen Klopp bangkit dari kursinya.

Di menit ke-30, Mane berada pada posisi yang bebas untuk mengarahkan bola dengan sundulan. Namun, apa yang dia lakukan masih gagal karena Kepa melakukan penyelamatan akrobatik.

Umpan-umpan terobosan cepat yang dilakukan oleh Chelsea cukup menyulitkan pertahanan Liverpool yang bermain tinggi. Situasi tersebut membuat Chelsea akhirnya bisa mencetak gol setelah Giroud lolos sendirian menerima umpan terobosan. Tanpa ampun dia melepaskan tembakan keras kaki kiri. Chelsea pun unggul 1-0 di menit ke-36.

Chelsea hampir unggul di menit ke-40 saat penetrasi yang dilakukan Pulisic dari sisi kiri berhasil diselesaikan menjadi gol. Namun, gol tersebut tidak disahkan wasit karena dia sudah berada pada posisi offside saat menerima umpan.

Di menit ke-44, Liverpool mendapatkan peluang bagus dari kerjasama Salah dan Robertson dari sisi kiri. Beruntung bagi Chelsea karena Robertson gagal mengontrol bola di kotak penalti. Wasit akhiri pertandingan babak pertama untuk keunggulan Chelsea.

Di awal babak kedua, Liverpool memasukkan Roberto Firmino menggantikan Oxlade-Chambelain. Pergantian itu sukses prematur karena di menit ke-48 Liverpool berhasil menyamakan kedudukan melalui Mane yang memanfaatkan sodoran pendek Firmino.

Keberadaan Firmino di lini depan Liverpool membuat alur serangan Liverpool kini tidak lagi macet dan lebih cair. Beberapa peluang sempat didapatkan, tetapi hingga menit ke-55 skor masih imbang 1-1.

Di menit ke-60, Chelsea mendapatkan peluang matang dari Giroud yang lolos dari jebakan offside. Hanya saja dia terlalu lama memutuskan untuk menembak atau mengumpan. Sehingga saat memutuskan menembak, sudah da bek Liverpool yang mengadangnya.

Di menit ke-74, Liverpool mendapatkan dua peluang emas. Namun, Kepa melakukan penyelamatan fantastik dari dua tembakan jarak dekat yang dilakukan oleh Salah dan Van Dijk.

Azpilicueta mendapatkan kartu kuning usai melakukan dorongan kepada Mane. Namun, peluang tendangan bebas jarak dekat yang kemudian dieksekusi oleh Salah masih melambung tinggi di atas mistar.

Chelsea mencetak gol di menit ke-83 melalui sepakan keras Mount. Namun, gol tersebut ternyata tidak disahkan wasit karena Mount sudah berada dalam posisi offside saat menerima umpan.

Satu menit kemudian, Mane yang lolos dari jebakan offside pemain belakang Chelsea gagal memanfaatkan peluangnya menjadi gol. Meskipun sudah satu lawan satu dengan kiper, tembakan kerasnya masih melebar di sisi kanan.

Hingga wasit meniupkan peluit akhir tanda pertandingan babak kedua selesai, skor tetap imbang 1-1. Babak tambahan pun diberikan untuk menentukan pemenang.

Liverpool langsung mencoba mencari gol pertama di waktu tambahan ini. Namun, mereka terbentur kokohnya lini belakang Chelsea.

Tekanan di awal pertandingan ini berbuah manis. Liverpool akhirnya membuka gol kedua melalui Mane yang memanfaatkan umpan cut-back Firmino.

Sebuah kesalahan dilakukan oleh Adrian saat mencoba menyambut bola silang, gapaian tangannya kepada bola justru mengenai kaki Abraham. Penalti yang kemudian diberikan kepada Chelsea sukses dituntaskan menjadi gol oleh Jorginho di menit 101.

Pedro mendapatkan peluang bagus dari pertahanan lawan yang terbuka di menit ke-111. Hanya saja tembakan kerasnya masih bisa diblok kiper. Selanjutnya beberapa peluang yang didapatkan kedua tim masih gagal untuk memberikan gol tambahan. Laga pun dilanjutkan adu tendangan penalti.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close