InvestmentTransportation

Lokasi Stasiun MRT Jakarta Fase II Alami Penyesuaian

Seiring dengan penyelesaian pembangunan fisik Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Koridor I Fase I (Lebakbulus-Bundaran Hotel Indonesia), PT MRT Jakarta juga sudah mulai mempersiapkan pembangunan Koridor I Fase II dengan rute Bundaran Hotel Indonesia ke Kampung Bandan.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan, pembangunan Koridor I Fase II MRT Jakarta ini sudah bisa dilakukan setelah pihaknya mengantongi Izin Prinsip Trase MRT Fase II.

“Izin prinsip ini telah dikeluarkan sewaktu Djarot Saiful Hidayat menjadi Gubernur DKI. Ditandatangani pada tanggal 13 Oktober 2017 lalu,” kata William dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (27/2).

Menurutnya, dalam izin prinsip tersebut, ditentukan panjang jalur 7,8 kilometer (km) dan jumlah stasiun ada delapan stasiun. Dengan rincian, satu stasiun at grade (sejajar dengan jalan) dan tujuh stasiun bawah tanah. Adapun kedelapan stasiun tersebut yaitu Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota serta Depo dan Stasiun Kampung Bandan.

William mengungkapkan, pada Desember 2017, pihaknya telah melaksanakan tanda tangan kontrak dengan konsultan Basic Engineering Design (BED). Berdasarkan hasil kajian dari konsultan terhadap delapan lokasi stasiun, terdapat lima lokasi stasiun yang disesuaikan dengan kondisi jalan dan lingkungan sekitarnya.

“Jadi setelah dilakukan kajian oleh konsultan BED, hasilnya ada lima stasiun yang dilakukan penyesuaian,” ujarnya.

Untuk penyesuaian, kata William, terjadi pada stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar yang tadinya berada di bawah sungai digeser menjadi ke bawah Jalan Gajah Mada.

“Langkah ini dilakukan untuk memudahkan pelaksanaan konstruksi sehingga tidak diperlukan pengalihan sungai,” jelasnya.

Selanjutnya, penyesuaian lokasi stasiun juga dilakukan di Stasiun Glodok, dengan sedikit pergeseran ke arah Selatan. Ini dilakukan karena dampak dari berubahnya posisi Stasiun Kota. Dalam peta indikatif awal, posisi Stasiun Kota berada diantara stasiun KA dan Gedung BNI, maka berdasarkan hasil kajian konsultan, posisi stasiun MRT dipindahkan ke Jalan Pintu Besar atau di bawah median jalan.

“Pemindahan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan konstruksi yang berada di luar benteng Kota Tua dan meminimalisasi dampak sosial,” terangnya.

Menurut William, untuk tiga stasiun lainnya, Sarinah, Monas, dan depo Kampung Bandan tidak mengalami perubahan sama sekali. Diharapkan, setelah mendapatkan pinjaman dari JICA, pelaksanaan tender fisik MRT Koridor I Fase II ini dapat dimulai pada Agustus 2018.

“Kemudian, penandatanganan kontrak dengan kontraktor pemenang tender dilakukan pada November 2018, sehingga dapat dilaksanakan groundbreaking pada Desember 2018,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close