Lorong Mural di Makassar Magnet Bagi Wisatawan

0
images (1)

Makassar Tidak Rantasa’ demikian slogan kota daeng yang seringkali digemakan. Program lorong warna warni yang dicetuskan Pemkot Makassar dinilai berhasil menjadikan Makassar penuh warna dan indah.

Dipenghujung tahun 2017 sebagai rangkaian dari program tersebut kelompok mahasiswa pencinta mural dari Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI), bekerja sama dengan pemuda karang taruna Kelurahan Mannuruki menghias tembok lorong di Makassar dengan gambar mural.

Ide penataan lorong ini mulanya diinginkan warga agar lingkungan yang mereka tinggali jaub dari kesan kumuh.

Usulan itu kemudian ditampung dan dikembangkan dengan melihat keberhasilan Kota Makassar menata lorong yang mampu memberikan nilai positif dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menata lingkungan.

Mural karya anak Makassar ini ternyata mengandung pesan moral bagi para warganya.

Lurah Mannuruki Ari Fadli berharap pesan yang disampaikan lewat mural tersebut tak sekadar menjadi tulisan sambil lalu. Tetapi juga menjadi peringatan agar masyarakat selalu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

“Kami harapkan dengan adanya mural seperti ini bisa memberikan wadah tersendiri bagi para anak muda kreatif untuk menyalurkan bakatnya secara positif dan juga membantu pihak pemerintah dalam pembenahan lorong-lorong yang ada di Kota Makassar, khususnya di Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate,” kata Ari Fadli.

“Beberapa tulisan, seperti Say No to Drugs, Stop Kekerasan, Makassar Tidak Rantasa, serta ikon Kota Makassar, itu adalah tema besar yang kita angkat. Intinya, kami ingin memberikan pesan positif kepada masyarakat,” sambungnya.

Dengan adanya ini, pesan positif bisa sampai di masyarakat. Paling tidak lorong yang dulunya kumuh bisa lebih bersih dan asri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *