M. Johnnie Sugiarto Bongkar Masalah Sampah yang Hambat Pariwisata Indonesia

Tokoh pariwisata nasional M. Johnnie Sugiarto menjadi narasumber dalam program talk show Point of View (POV) yang ditayangkan EL JOHN TV. (Foto: tim EL JOHN Media)
El John News, Jakarta-Tokoh pariwisata nasional M. Johnnie Sugiarto menilai persoalan sampah masih menjadi salah satu hambatan utama dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata di Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam program talk show Point of View (POV) yang ditayangkan EL JOHN TV.
Menurut Johnnie, pengelolaan sampah bukan persoalan sederhana. Dibutuhkan pembenahan menyeluruh dari hulu hingga hilir agar persoalan ini tidak terus berulang.
Ia menyoroti inkonsistensi dalam sistem pengelolaan sampah. Di satu sisi, masyarakat telah dihimbau untuk memilah sampah dari rumah, memisahkan sampah organik dan anorganik, bahkan menyediakan beberapa tempat sampah berbeda. Namun dalam praktiknya, sampah yang sudah dipilah sering kali kembali dicampur saat proses pengangkutan.
Kondisi tersebut, menurutnya, membuat semangat masyarakat perlahan memudar. Pasalnya, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) pun kerap tidak tersedia sistem pemilahan lanjutan yang memadai.
Permasalahan serupa juga terjadi di berbagai destinasi wisata. Johnnie menilai imbauan menjaga kebersihan sering tidak diiringi penyediaan fasilitas yang memadai.
“Wisatawan diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, tetapi ketika mereka ingin membuang sampah, tempatnya justru sulit ditemukan. Jika pun ada, kondisinya sering kali sudah penuh, menggunung, tidak terurus, berbau menyengat, dan dipenuhi lalat,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa persoalan ini merupakan masalah sistem yang sangat krusial dan perlu dibenahi secara menyeluruh.
Lebih jauh, Johnnie melihat sampah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai beban, tetapi juga sebagai peluang ekonomi jika dikelola dengan baik.

“Sampah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai beban, tetapi juga sebagai potensi ekonomi. Jika dikelola dengan baik, sampah memiliki nilai bisnis. Namun regulasi yang ada harus memberi ruang partisipasi, sehingga masyarakat maupun swasta dapat terlibat dalam pengelolaannya“
M. Johnnie Sugiarto (Tokoh pariwisata nasional/Founder & Chairman EL JOHN Indonesia)
Ia bahkan mengusulkan agar pengelolaan sampah memiliki satu regulasi dan satu komando yang jelas di tingkat nasional, agar kebijakan lebih terintegrasi dan investor memiliki kepastian hukum.
Dalam konteks pariwisata, Johnie juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas instansi. Ia mengingatkan bahwa tugas Kementerian Pariwisata adalah mempromosikan dan mendatangkan wisatawan, sementara pengelolaan destinasi berada di tangan pemerintah daerah.
“Menteri Pariwisata bertugas mempromosikan dan mendatangkan wisatawan. Namun pengelolaan destinasi berada di tangan pemerintah daerah kabupaten dan kota. Kebijakan di setiap daerah pun berbeda-beda,” katanya.
Menurutnya, setiap orang pasti memproduksi sampah setiap hari, dan wisatawan bahkan cenderung menghasilkan lebih banyak sampah karena aktivitas konsumsi selama berlibur.
“Jika Kementerian Pariwisata hanya fokus pada peningkatan jumlah kunjungan, sementara pemerintah daerah tidak serius menangani persoalan sampah yang berserakan, maka solusi tidak akan pernah tercapai. Masing-masing berjalan sendiri tanpa koordinasi yang kuat,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa target kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 17,6 juta orang tahun ini, harus diimbangi kesiapan lingkungan dan kebersihan destinasi.
“Lingkungan yang tercemar, baik oleh sampah, limbah industri, maupun aktivitas lain yang merusak ekosistem, akan membuat wisatawan enggan datang. Karena pada akhirnya, pariwisata sangat bergantung pada kualitas lingkungan. Jika lingkungan tidak terjaga dengan baik, turis tidak akan datang,” pungkasnya.
