Marga Xiao Indonesia Lestarikan Tradisi Sembahyang Leluhur di Musim Gugur, Wujud Syukur dan Penghormatan
Dalam suasana penuh kekhidmatan, Perkumpulan Marga Xiao Indonesia kembali melaksanakan tradisi Sembahyang Leluhur yang telah menjadi bagian penting dalam warisan budaya Tionghoa. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan musim gugur di Sekretariat Perkumpulan Marga Xiao Indonesia, Jalan Mangga Besar Raya Blok 38 BY, Jakarta Barat, pada Minggu (27/10/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh para pengurus dan anggota keluarga besar Marga Xiao dari berbagai daerah. Turut hadir di antaranya Ketua Umum Perkumpulan Marga Xiao Indonesia Joko Saputra, Sekjen Tjia Apeng, Wakil Ketua Umum Ismanto Siaw, serta Ketua Dewan Pembina Lukman Samsudin. Suasana kebersamaan dan penghormatan begitu terasa sejak awal acara, menggambarkan nilai solidaritas dan rasa hormat yang tinggi terhadap para leluhur.
Ritual Sembahyang Leluhur sendiri telah dilaksanakan selama berabad-abad oleh komunitas Tionghoa, termasuk di Indonesia. Tradisi ini mencerminkan rasa hormat kepada asal-usul keluarga serta keyakinan bahwa keberkahan masa kini tak lepas dari jasa para nenek moyang. Pemilihan musim gugur sebagai waktu pelaksanaan juga memiliki makna simbolik, dianggap sebagai saat yang tepat untuk merenung, berintrospeksi, dan menyampaikan rasa terima kasih atas kehidupan.
Dalam prosesi sembahyang, para peserta menyalakan hio (dupa), membacakan doa, dan menyampaikan kalimat penghormatan sebagai bentuk rasa syukur serta harapan untuk kesejahteraan keluarga. Di atas altar, disajikan berbagai jenis makanan dan minuman yang menjadi simbol persembahan kepada leluhur. Setelah ritual doa, sebagian kecil makanan tersebut diambil kembali oleh peserta sebagai lambang berbagi berkat dan penerusan rezeki.


Ketua Umum Perkumpulan Marga Xiao Indonesia, Joko Saputra, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut serta pentingnya menjaga tradisi leluhur yang telah diwariskan turun-temurun.
“Hari ini kita semua berkumpul untuk melaksanakan sembahyang musim gugur. Setelah sembahyang ini, kita akan makan bersama di restoran Huayen Rua Malaka. Cukup bagus ya, seperti biasa setiap tahun kita adakan dua kali, yaitu saat musim semi dan musim gugur,” ujar Joko Saputra.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi momen penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antaranggota keluarga besar Marga Xiao.
“Kita harus terus mengenang dan melaksanakan sembahyang leluhur. Harapannya ke depan, kita semua bisa terus berkumpul dan menjaga kebersamaan ini,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Sekjen Perkumpulan Marga Xiao Indonesia Tjia Apeng. Ia menyampaikan apresiasi atas meningkatnya antusiasme anggota dalam mengikuti Sembahyang Leluhur


Menurut Tjia Apeng, tahun ini jumlah peserta yang hadir terlihat lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya anggota lama, sejumlah wajah baru juga turut hadir, bahkan membawa serta keluarga mereka untuk mengikuti ritual penghormatan kepada leluhur.
“Oh, kalau saya lihat hari ini antusiasmenya lebih banyak. Ada anggota baru yang sebelumnya belum pernah bergabung, hari ini datang bersama keluarganya. Bahkan beberapa pendiri dan pengurus lama yang sudah lama tidak hadir, kini datang kembali. Ini luar biasa dan menunjukkan bahwa kita semakin hari semakin kompak,” ujarnya.
Tjia Apeng juga menyoroti meningkatnya partisipasi generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan kebudayaan ini. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal positif bagi pelestarian tradisi leluhur di kalangan keluarga besar Marga Xiao.


“Itu yang ingin kami galakkan. Saya lihat banyak yang sudah membawa anak-anak mereka. Memang harus dimulai dari diri sendiri. Saya pun sejak dulu selalu mengajak anak dan adik-adik saya untuk ikut dalam sembahyang ini. Dari pengurus, kita harus menjadi contoh,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tjia Apeng berharap agar ke depan komunitas Marga Xiao semakin besar dan solid. Ia mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir semakin banyak warga bermarga Xiao dari berbagai daerah yang baru mengetahui adanya perkumpulan ini, lalu bergabung dengan antusias.
“Harapan saya, semoga ke depan Perkumpulan Marga Xiao semakin berkembang, semakin besar, dan semakin kompak. Sekarang banyak yang baru tahu bahwa ternyata ada Perkumpulan Marga Xiao Indonesia, dan mereka bergabung dengan semangat. Bahkan di luar daerah pun, banyak yang ikut aktif. Mudah-mudahan Marga Xiao menjadi salah satu marga yang paling solid dan kuat,” tuturnya.


Usai melaksanakan ritual Sembahyang Leluhur musim gugur, Perkumpulan Marga Xiao Indonesia melanjutkan kegiatan dengan jamuan makan siang bersama di Restoran Grand Hwa Yen, Jalan Roa Malaka Utara, Jakarta Barat, pada Minggu (27/10/2025).
Acara ini menjadi momen penuh kehangatan dan kebersamaan bagi keluarga besar Marga Xiao yang hadir dari berbagai wilayah. Kegiatan makan bersama tersebut juga dihadiri oleh sejumlah organisasi dan komunitas Tionghoa lainnya, di antaranya Yayasan Hainan Jakarta, Komunitas Perantau Kundur, Himpunan Kuala Tungkal, Perkumpulan Perantau Jambi Indonesia, Jambi Hopeng Club, serta Yayasan Sosial Laut Selatan.
Kehadiran berbagai perkumpulan ini menjadi simbol kuatnya semangat persaudaraan dan solidaritas antar komunitas Tionghoa di Indonesia. Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, acara makan bersama ini juga mempererat hubungan antarkelompok dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya leluhur.


Wakil Ketua Umum Perkumpulan Marga Xiao Indonesia Ismanto Siaw menegaskan pentingnya memperkuat persatuan internal dan mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga tradisi leluhur.
Menurut Ismanto, kegiatan sembahyang leluhur bukan hanya bentuk penghormatan terhadap para pendahulu, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan antaranggota keluarga besar Marga Xiao.
“Topik acara hari ini adalah bagaimana Marga Xiao dapat membentuk suatu kesatuan yang lebih lengkap dan lebih konkret,” ujar Ismanto.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari generasi muda sangat dibutuhkan agar keberlangsungan organisasi dan tradisi dapat terus terjaga di masa depan.


“Acara ini juga bertujuan untuk mendorong generasi muda agar mendukung kegiatan Marga Xiao. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Pembina kami, Bapak Lukman Samsudin, hal ini menjadi pesan penting yang perlu kita perjuangkan bersama,” jelasnya.
Ismanto menegaskan bahwa semangat persatuan dan kesinambungan adalah kunci bagi Marga Xiao untuk terus berkembang.
“Itu tugas kita bersama untuk terus maju ke depan, agar Marga Xiao tetap solid dan semakin kuat,” pungkasnya.


Acara makan siang ini tidak hanya sekadar santap bersama, tetapi juga menjadi ajang hiburan dan apresiasi bagi para anggota Marga Xiao. Sejumlah anggota yang memiliki bakat di bidang musik menampilkan lagu-lagu Mandarin klasik dan populer, yang disambut meriah oleh hadirin. Penampilan spontan namun penuh semangat itu menambah keakraban dan semangat positif di antara para peserta.
Selain diiringi musik dan lagu, suasana semakin semarak dengan pemberian puluhan doorprize menarik bagi para peserta. Hadiah yang dibagikan beragam, mulai dari peralatan rumah tangga hingga voucher belanja, dan yang paling ditunggu-tunggu grand prize berupa sepeda listrik. Hadiah dorprize yang tersebut merupakan sumbangan dari sejumlah perkumpulan yang hadir.


Selama acara makan siang berlangsung, para anggota Marga Xiao juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan ini mencakup pemeriksaan tekanan darah (tensi) dan kadar gula darah, yang disediakan oleh Mandaya Royal Hospital Puri sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial dan kebersamaan Marga Xiao.
