Martinus Johnnie Sugiarto Berikan Pembekalan Finalis MEI 2020 Berjudul “Lingkungan Pengaruhi Masa Depan”
Lingkungan menjadi faktor penting dalam menunjang masa depan seseorang. Karena itu, harus diperhatikan apa saja lingkungan di sekeliling kita, apa sudah baik atau belum. Hal tersebut disampaikan Founder Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto saat memberikan pembekalan kepada para finalis Miss Earth Indonesia 2020 pada kegiatan karantina virtual yang ke-5, Rabu (4/11/2020).
Johnnie menjelaskan, pengaruh lingkungan terhadap pengembangan perilaku seseorang sudah dapat dirasakan sejak dini, khususnya di lingkungan keluarga. Apa yang ditunjukan sang orang tua dapat terekam dan ditiru oleh sang anak.
“Misalnya kalau satu orang di dalam satu keluarga Ayah, Bunda, Opa, Oma sangat taat beribadah. Sangat taat beribadah ini akan ditiru oleh anak-anak, mereka akan melihat melihat dan mereka kemungkinan akan ikut yang bisa pernah disuruh, karena diajarin karena diajak atau jadi pengen ikut sendiri, jadi ini mempengaruhi lingkungan kita,” kata tokoh pariwisata nasional ini.
Menurut Johnnie, bukan hanya dari keluarga, namun ada juga lingkungan di luar keluarga yang dapat membentuk karakter seseorang, salah satunya lingkungan sekolah. Lingkungan pendidikan ini penting agar anak menyerap ilmu pengetahuan.
Namun kembali lagi ke anak, terkadang ada beberapa kasus yang justru karena kenakalan si anak atau si anak tidak dapat pendidikan dari keluarganya, akhirnya ia pun sulit menerima pelajaran. Karena itu sangat penting, lingkungan keluarga berperan untuk membuat pondasi yang kokoh, agar si anak tidak terpengaruh dari hal-hal jelek yang berasal dari luar lingkungan keluarga.
“Kalian sudah menikah mempunyai anak dan kalian tidak membentuk anak itu dari rumah maka anak itu akan cepat sekali terpengaruh oleh lingkungan eksternal, bagi yang diawali dengan dia diantar pergi ke sekolahan terpengaruh. Nah jadi pembentukan paling bagus adalah pembentukan mulai dari rumah lingkungan yang paling kecil dulu,” ujar CEO EL JOHN Media ini.
Jika dari lingkungan rumah sudah dapat membentuk karakter yang baik untuk si anak, maka di lingkungan sekolah, ia akan berprestasi dan dapat menentukan masa depan. Lingkungan eksternal lainnya adalah lingkungan politik, lingkungan yang satu ini dapat juga menentukan nasib seseorang.
Banyak contoh, dalam satu keluarga setia kepada warna partai politik yang sama. Hingga akhirnya, salah satu keluarga tersebut maju mencalonkan diri sebagai kepala daerah atau seorang wakil rakyat dan ternyata berhasil. Kemudian jejaknya tersebut diikuti oleh anggota keluarga yang lain. Inilah yang disebut lingkungan politik yang dapat mempengaruhi karir seseorang.
Lingkungan lainnya adalah lingkungan kumuh, yang dianggap banyak orang sebagai lingkungan yang kotor dan termarginalkan. Namun, tidak selalu seperti itu, ada juga realita berbicara bahwa orang sukses ada yang berasal dari lingkungan kumuh.
“Misalnya dari seorang tukang kayu Pak Jokowi bisa jadi seorang presiden itu kan artinya di luar paradigma mana pun di luar di luar teori mana pun tapi akhirnya dia akan berhasil Kenapa karena kegigihan dia ketulusan Dia hanya dia bisa berjuang itu sebabnya kita jangan under estimate kalau melihat lingkungan orang tidak bagus,” ungkap Johnnie.
Dari penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga sangat berkontribusi membentuk karakter yang baik atau tidak bagi si anak untuk melangkah ke depan.



