Martinus Johnnie Sugiarto Sambut Baik Penandatanganan MoU PSMTI Dengan Persaja

0
WhatsApp-Image-2022-08-19-at-10.48.17-1024x768

Wakil Ketua Umum (Waketum) PSMTI Departemen Digital dan Teknologi Informasi, Marga-marga, Ormas  Tionghoa dan Hubungan Luar Negeri Martinus Johnnie Sugiarto menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang dilakukan PSMTI bersama  Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja). 

Ia menilai pelatihan bahasa mandarin untuk para jaksa yang akan dikerjasamakan dalam MoU tersebut,  dapat  memperkuat perbendaharaan bahasa yang dipakai para Jaksa dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. Dengan keahlian berbahasa mandarin, para jaksa dapat membantu para pelaku usaha asal Tiongkok yang sedang bermasalah dengan mitranya di Indonesia.

“Kerjasama antara PSMTI dengan Persaja dari Kejaksaan,  menurut saya adalah sebuah langkah maju, dimana Tiongkok dengan penduduk yang lebih dari 1.4 milyar orang dan berdagang ke seluruh dunia, tentu termasuk Indonesia di dalamnya. Tentu apabila semakin banyak Jaksa yang bisa berbahasa mandarin akan semakin memudahkan  penanganan  masalah yang berkaitan dengan hukum, apabila orang-orang  Tiongkok yang datang ke Indonesia sedang  bermasalah dengan mitra nya atau mereka akan berkonsultasi sebelum investasi,” ujar CEO EL JOHN Media ini kepada tim liputan EL JOHN News, Minggu (21/08/2022).

Menurut Martinus Johnnie Sugiarto, kerjasama ini dapat memudahkan para jaksa berhubungan atau menjalin kerja sama  dengan pihak-pihak yang ada di Tiongkok, pasalnya PSMTI adalah organisasi besar Tionghoa yang memiliki akses ke Tiongkok.

“Pihak kejaksaan akan punya lebih banyak akses ke Tionghoa, karena PSMTI adalah sebuah organisasi Tionghoa terbesar di Indonesia dan di lain pihak mungkin PSMTI dapat menggandeng kerjasama antara PSMTI, Kejaksaan dan Tiongkok untuk  mempererat hubungan antara negara demi kemajuan Indonesia – Tiongkok,” kata Martinus Johnnie Sugiarto.

Martinus Johnnie Sugiarto berharap dengan digelarnya MoU ini, masyarakat suku Tionghoa Indonesia dapat memahami hukum sehingga tidak salah langkah dalam menjalankan aktivitasnya.

“Harapan saya semakin banyak masyarakat Tionghoa yang mengerti hukum, apalagi kalau pengetahuan hukum itu, bisa diberikan saat masih kecil atau remaja, selain bisa membuat masyarakat melek hukum dan harapan kita tentu juga semakin paham hukum sehingga tidak melanggar, tertib hukum dalam bermasyarakat,” turut Martinus Johnnie Sugiarto.

Ketua PSMTI Jabar, Suwanda Holy ikut memberikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun PSMTI dan Persaja. PSMTI Jabar menyatakan kesiapannya  mendukung program-program yang dikerjasamakan. Menurut Suwanda MoU tersebut dapat dijadikan wadah untuk mentransfer ilmu antara PSMTI dan Persaja.

“Tujuannya agar dari masyarakat Tionghoa bisa memberi pelajaran bahasa mandarin, wushu serta kebudayaan lainnya dan dari Kejaksaan nanti menawarkan juga agar masyarakat Tionghoa itu aktif belajar hukum ke Kejaksaan, begitu kira-kira suatu kolaborasi, karena langkah pertama tentunya akan diikuti dengan langkah yang besar,” ujar Suwanda

Seperti diketahui MoU ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta dengan Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin.

MoU  ditandatangani langsung  oleh Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta dan Ketua Umum Persaja Amir Yanto, saat acara pelantikan pengurus DPD PSMTI Jawa Barat di Hotel Pullman, Bandung, Kamis (18/08/2022).

Jaksa Agung RI hadir dan ikut menyaksikan penandatanganan MoU tersebut. MoU yang disepakati menyangkut sejumlah program yang akan dijalankan bersama, seperti program hukum, pendidikan dan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *