Mengatasi trauma perceraian bagi anda yang sudah bercerai
Semuanya sudah berakhir. Anda telah menandatangani surat cerai, dan hubungan bersama pasangan yang dibangun dengan penuh harapan secara resmi dibubarkan tentunya menjadi mimpi buruk bagi wanita khususnya. Kisah perceraian setiap orang berbeda. Mungkin Anda telah menikah selama puluhan tahun, mungkin hanya satu tahun atau lebih. Mungkin Anda memiliki anak, mungkin juga tidak. Mungkin perceraian adalah ide Anda dan mungkin itu pasangan Anda, atau mungkin Anda berdua setuju pemisahan itu yang terbaik. Mungkin Anda lega, mungkin kau patah hati atau merasakan kedua-duanya . Berikut adalah tips membangun kepercayaan diri pasca perceraian yang bisa mengubah cara pandang Anda dan membantu menyambut kehidupan Anda pasca bercerai :
Tidak ada yang menikah dan berpikir akan bercerai. Bahkan jika saat Anda menginginkannya, perceraian masih merupakan kerugian. Bagaimanapun pernikahan Anda dan pengalaman perceraian akan ada emosi yang berhubungan dengan kesedihan. Anda mungkin merasa menyesal untuk apa yang Anda lakukan atau tidak lakukan, atau bertanya-tanya apa yang Anda lakukan salah. Jangan terus merasa bersalah, tapi buatlah ruang untuk diri Anda sendiri. Jangan membawa beban berat dari hubungan sebelumnya Anda ke dalam kehidupan baru Anda. Temukan cara untuk mengatasi emosi kesedihan yang tersisa dari kematian pernikahan Anda. Bicarakan perasaan Anda dengan terapis atau memfokuskan energi Anda dalam kegiatan sehat yang Anda nikmat. Jika Anda menemukan diri Anda menolak gagasan terapi, tapi Andaperlu ingat bahwa terapi bukan berarti Anda memiliki masalah atau bahwa Anda berada dalam krisis. Hal ini dapat menjadi cara untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Perceraian seringkali juga menimbulkan trauma , orang merasa diri gagal dan tak berharga.
Akibatnya, ada yang menutup diri dengan terus menyesali kegagalannya, atau ada juga yang melarikan diri dengan kebiasaan yang kurang baik. Keduanya pada prinsipnya sama, yakni runtuhnya rasa percaya diri yang pada ujungnya bisa kehilangan harapan hidup, yang ditandai dengan frustrasi dan depresi secara berlebihan. Anda harus bangkit dari keterpurukan yang semakin menyeret anda pada kegagalan-kegagalan selanjutnya. Dalam hidup ini, ada banyak hal dan kejadian yang menimpa , dan kita tak mampu untuk mengelak. Ambil contoh, tiba-tiba anda sakit, kecelakaan, bahkan musibah, yang tak bisa tidak hanya bisa diterima dengan tawakal. Menyesali kejadian yang di luar wewenang dan kendali anda hanya buang-buang energi. Namun ada satu hal yang sangat penting, yakni reaksi terhadap kejadian semacam itu sepenuhnya ada pada diri anda. Terhadap kejadiannya anda memang tak bisa mengelak, namun bagaimana anda bereaksi terhadap kejadian tersebut sepenuhnya pilihan dan tanggungjawab anda. Apakah anda mau terus tiarap atau bangkit berdiri, terserah pada pilihan anda. Perceraian bukan berarti hidup anda berakhir, justru anda memiliki peluang menemukan hidup yang lebih bermakna daripada sebelumnya. Pengalaman memang guru yang baik sejauh anda mau jadi murid yang baik pula, yang mau belajar darinya.
Rasa percaya diri akan tumbuh jika anda punya keyakinan pada diri sendiri terhadap apa yang anda yakini benar untuk dijalani sebagai yang terbaik. Keputusan untuk cerai pun mesti diyakini sebagai jalan terbaik yang harus anda ambil. Sekarang anda harus dengan ikhlas menanggung semua konsekuensi dari suatu keputusan, entah itu tepat atau keliru itu soal lain. Tak ada yang perlu disesali, anda harus terus melangkah. Bahwa ada perasaan takut dan ragu adalah hal wajar sebagaimana anda sedang memasuki wilayah baru. Dengan membangun rasa percaya diri, anda akan terhindar dari rasa takut yang justru akan melumpuhkan langkah anda ke depan.
Untuk sementara waktu, jangan membuat hubungan serius dengan lawan jenis. Biarlah waktu untuk pemulihan berproses sampai anda memang benar-benar siap untuk memulai hubungan. Rasakan dan hayati betapa indahnya hidup dengan kebebasan tanpa tuntutan dan kewajiban dari suami. Saatnya anda untuk memanjakan diri sendiri, mengejar harapan pribadi yang selama ini tertunda. Kalau pun anda menjalin hubungan, biarlah tetap terbuka untuk siapa saja agar semakin luas cakrawala pergaulan anda. Percayalah pada saatnya anda akan menjumpai calon pasangan yang tepat. Kata kuncinya, sabar dan jangan tergesa-gesa menikah lagi. Tak jarang orang merasa tak berdaya hidup sendiri atau malu dengan status janda sehingga tergesa-gesa menikah lagi. Akibatnya bisa fatal karena anda tidak saksama dalam memilih calon pasangan. Tak tertutup kemungkinan hubungan yang tergesa-gesa semacam ini juga akan berakhir pada perceraian lagi. Menikah bukan sekedar untuk status atau legalitas melainkan benar-benar untuk meraih kebahagiaan hidup bersama. (arf)

