Mengenal Calon Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

0
f8eef800-c1ac-4e3b-8c36-3f7b0516f9aa_169

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan lokasi ibu kota baru pengganti Jakarta adalah dua kabupaten di Kalimantan Timur, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Pemerintah telah melakukan kajian-kajian mendalam dan kita intensifkan studinya dalam 3 tahun terakhir ini. Hasil kajian-kajian tersebut menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur,” kata Jokowi.

Secara administratif, Kabupaten Penajam Paser Utara terletak Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di antara Kabupaten Pasir, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kertanegara, dan Kota Balikpapan.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik tahun 2018, Kabupaten yang dipimpin oleh Bupati Abdul Gafur Mas’ud ini memiliki wilayah seluas 3.333,06 kilometer persegi, terdiri dari 3.060,82 km persegi wilayah daratan, dan 272,24 km persegi wilayah lautan. Kabupaten ini terdiri dari 4 kecamatan yakni Babulu, Waru, Penajam, dan Sepaku. Jumlah penduduknya sebanyak 157.711 jiwa, dengan dominasi penduduk laki-laki sejumlah 82.431 jiwa.

Mayoritas dari penduduknya beragama Islam, sebagian yang lain adalah Katolik dan Kristen. Mereka bekerja di berbagai bidang, seperti pertanian, konstruksi, dan perdagangan

Kutai Kartanegara telah dipilih sebagai salah satu ibu kota baru Indonesia. Kutai Kartanegara memiliki wilayah seluas 27.263,10 km² serta luas perairan sekitar 4.097 km².

Di sebelah utara dan selatan,Kutai Kartanegara  berbatasan dengan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dan Kabupaten Penajam Paser Utara serta kota Balikpapan.

Kutai Kartanegara berbatasan dengan Kabupaten Mahakam Ulu di sebelah barat.

Sementara itu, Kutai Kartanegara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Timur, Kota Bontang dan Selat Makassar di sebelah timur.

Daerah  Kutai Kartanegara terdiri dari pantai, daratan dan pegunungan.

Kabupaten ini memiliki topografi wilayah yang bergelombang dan berbukit.

Kondisi tanahnya mulai dari datar hingga landai, kadang tergenang.

Daerah tersebut juga memiliki ketinggian lebih dari 100 mdpl dengan luas 1.004.055 hektar atau 36,83 persen dari luas kabupaten yang juga ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung dengan pengembangan terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *