Headline NewsLife StyleLifestyle

Mengenal Prosedur Autopsi Jenazah

Tidak jarang kita melihat para dokter dan ahli forensik mengerjakan prosedur autopsi di televisi atau film. Namun sayangnya, dari banyak acara tersebut, sebagian besar tidak tepat dalam menggambarkan proses autopsi mayat itu sendiri.

Dokter Spesialis Forensik,  Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. dr. Sigid Kirana Lintang Bhima, Sp.FM (K) menjelaskan, Dalam bahasa ilmiah, autopsi disebut sebagai pemeriksaan postmortem atau necropsy. Autopsi adalah pemeriksaan tubuh orang yang sudah meninggal atau mayat, untuk memastikan penyebab kematian, melihat tingkat keparahan penyakit yang diderita, dan mengetahui hasil pengobatan atau pembedahan yang telah dilakukan.

“Autopsi dilakukan oleh dokter spesialis forensik. Kata ini berasal dari bahasa yunani kuno, Autopsia, yang artinya untuk melihat sesuatu menggunakan mata kepala sendiri.” Ucap dr. Sigid Kirana Lintang Bhima, Sp. FM (K). Saat acara live virtual zoom program El John Medical Forum yang disiarkan secara langsung oleh El John Tv.

Sigid menambahkan, Dokter forensik itu bukan hanya menangani tentang bedah mayat saja, sekarang ini banyak sekali kekerasan yang terjadi pada korban yang masih hidup. Misalkan penganiayaan, kekerasan seksual itu semua tidak harus melibatkan korbannya meninggal. 

“Apabila itu semua ada surat permintaan dari pihak kepolisian untuk memeriksa korban nanti disitu akan terlibat dokter forensik disitu, jadi dokter forensik itu tidak tentang jenazah saja tapi juga mengurus tentang korban-korban yang hidup.” Ungkap dr. Sigid Lintang

Sigit memaparkan, Autopsi artinya itu mengangkat kemudian memeriksa jadi sebenarnya kita itu melihat terutama itu bagian dalam dari tubuh jadi itu kita membuka semua bagian tubuh.

“kita mulai dari membuka bagian kepala bagaimana kondisi dari otak, kemudian bagian dada untuk melihat kondisi paru-paru nya, jantungnya bagaimana dan dilanjutkan kita kebagian perut untuk melihat kondisi ati, jadi misalnya untuk yang terluka  dibagian kepala dan sampai meninggal itu yang di autopsi itu bagian kepala” Imbuh dr. Sigit

Kematian tidak semuanya dilakukan pembedahan, hanya kematian yang berhubungan dengan adanya tindak pidana. nah tindak pidana itu yang memutuskan ada atau tidaknya itu  adalah penyidik kepolisian ketika penyidik mendapatkan jenazah kemudian dari penyelidikan mengatakan jenazah ini pidana. baru kemudian penyidik mengeluarkan surat permintaan visum kepada dokter kemudian dokter melakukan pemeriksaan kepada jenazah dari luar maupun dari dalam. Dengan dasar itu dokter melakukan otopsi, apabila pihak kepolisian tidak meminta surat pemeriksaan kita tidak ada pembedahan.

dr, sigit lintang menjabarkan tentang bagaimana prosedur autopsi mayat. Secara umum, ada dua jenis pemeriksaan yang dilakukan saat proses atuopsi, yaitu pemeriksaan eksternal dan pemeriksaan internal.

1. Pemeriksaan eksternal pada prosedur autopsi

Proses autopsi dimulai dari pemeriksaan bagian tubuh secara utuh dan teliti. Pada pemeriksaan eksternal, pembedahan tubuh jenazah belum dilakukan dan akan dilakukan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Menimbang berat jenazah
  • Memeriksa hal-hal yang menempel pada pakaian atau tubuh jenazah
  • Pemeriksaan ciri khas fisik, seperti warna mata, warna rambut, bekas luka, atau jenis kelamin
  • Membuka pakaian jenazah, untuk melihat partikel maupun hal yang terdapat tubuh jenazah, seperti bubuk mesiu, rontokan cat tembok, tato, atau luka maupun cedera yang dialami. Proses ini dilakukan setelah pemeriksaan pakaian selesai.
  • Pemeriksaan rontgen untuk melihat kondisi tulang jenazah, lokasi peluru jika disebabkan oleh luka tembak, atau benda lain yang mungkin ada di dalam tubuh, jika diperlukan
  • Pemeriksaan menggunakan sinar ultraviolet untuk mendeteksi sisa-sisa bahan mencurigakan yang masih menempel di tubuh
  • Pengambilan sampel rambut dan kuku untuk pemeriksaan DNA

Selama autopsi berlangsung, dokter yang memeriksa akan mencatat semua yang ada di tubuh jenazah dan merekamnya untuk sekaligus membuat catatan suara.

2. Pemeriksaan internal pada prosedur autopsi

Jika diperlukan, dokter akan melakukan autopsi lengkap dengan membedah tubuh jenazah, mulai dari area dada, perut, area pinggul atau perut bawah, hingga otak. Karena pembedahan dilakukan pada jenazah, tidak banyak darah yang mengalir saat prosedur berlangsung. Sebab, jantung sudah tidak memompa darah lagi.

Untuk bisa memeriksa organ dalam, dokter juga akan memotong tulang rusuk jenazah untuk membuka akses. Organ dalam yang dinilai butuh pemeriksaan lebih lanjut, akan dilepas dari lokasinya dan ditimbang, serta dilihat secara lebih detail.Organ dalam tubuh, terutama otak, umumnya perlu direndam terlebih dahulu di dalam formalin selama beberapa hari atau minggu. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membuat organ tersebut menjadi lebih padat dan mudah untuk diiris secara lebih presisi.

Bila diperlukan, beberapa organ juga akan diperiksa di laboratorium. Selain organ, pemeriksaan urine, darah, hingga cairan mata juga dapat dilakukan, tergantung dari tujuan otopsi.

 

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close