Menhub: Penambahan Runway dan Terminal Jadi Solusi Atasi Kesibukan di Bandara Soetta
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyadari bahwa lalu lintas udara di Indonesia sangat sibuk, utamanya dari atau menuju bandara besar berskala internasional yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Pertumbuhan penumpang pesawat di Indonesia, rata-rata mencapai 9 persen. Bahkan di Indonesia Timur, pertumbuhan penumpang bisa mencapai 16 persen. Untuk perbandingannya dengan negara lain, pertumbuhan penumpang pesawat di Indonesia paling besar.
“Tapi itu, adalah suatu fakta dan satu potensi yang baik bagi kita. Oleh karenanya kita memang merencanakan, seperti Seokarno-Hatta. Seokarno-Hatta itu, akan kita desain bandara dengan kapasitas 100 juta orang pertahun. Sekarang ini, kira-kira 67 juta orang. Jadi beberapa tahun kedepan, pertumbuhannya menanjak sekali,” kata Menhub saat diwawancarai oleh General Manager EL JOHN Pageants Cindy Guinata di kantor pusat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.
Agar kesibukan di Bandara Soekarno-Hatta (Hatta) dapat teratasi, Kemenhub telah melakukan beberapa terobosan, diantaranya menambah runway Bandara menjadi tiga runway. Saat ini pembangunan runway ke-tiga itu sedang berjalan.
“Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta harus memiliki terminal ke empat, yang akan dibangun dua atau tiga tahun ini. Di luar itu akan menambah bandara-bandara baru di sekeliling Jakarta,” ujar Menhub.
Menhub menjelaskan untuk membangun bandara, harus ada kerja sama antara Pemerintah dan pihak swasta. Kerja sama ini dilakukan, agar Pemerintah tidak terasa berat membiayai pembangunan tersebut.
“Kita invite juga memberikan kerja sama konsesi dengan swasta-swasta nasional maupun asing. Artinya Pemerintah mengajak swasta untuk membangun itu, supaya Pemerintah uangnya dipakai untuk bangun bandara yang kecil-kecil di ujung-ujung yang bisa memberikan layanan kepada masyarakat sampai ke pelosok,” ungkap Menhub.
Menurut Menhub, tawaran kerja sama ini sudah membuahkan hasil yakni tawarkan untuk mengembangkan Bandara Udara Labuan Bajo di Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur (NTT). Kini sudah banyak investor yang mengantri untuk terlibat mengembangkan bandara tersebut.
“Dengan skema tertentu, investor itu lebih dari 20 dari dalam dan luar negeri. Artinya semua bisa ikut dan yang terbaik lah yang kita beri kesempatan. Nah format ini penting, karena format yang ada di Labuan Bajo itu, kita menemukan bagaimana skema keuangan, bagaimana skema hukum, bagaimana skema investasi yang benar. Dan jika ini menjadi kenyataan, kita lakukan tidak di Labuan Bajo saja, tapi di tempat-tempat lain,” tutup Menhub. Wawancara dengan Menhub ini, juga dapat disaksikan di kanal EL JOHN TV (www.eljohn.tv)
