Menikmati Wisata di Ujung Negeri

0
SABANG

Pulau Weh yang dikenal juga sebagai Sabang, berada di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. Sabang mulai banyak dilirik oleh para pecinta wisata bawah laut bukan hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri. Tentu daya tarik utamanya karena keasrian wisata bawah lautnya masih sangat asri dan indah, dan inilah alasannya yang membuat Sabang tak lagi terpencil.

Sabang yang terletak di ujung paling barat Indonesia,  ditandai dengan tugu yang disebut Tugu Kilometer Nol Indonesia. Letak tugu itu berada 43 km dari pelabuhan penyeberangan Balohan yang menghubungkan Pulau Sabang dengan Banda Aceh di daratan Sumatra.

Menuju ke Tugu Kilometer Nol Indonesia ini memakan waktu sekitar satu jam berkendara. Dalam perjalanan menuju tugu itu terlihat pemandangan hijau di kanan-kiri jalan. Kontur pulau yang berbukit-bukit, menyebabkan perjalanan terkadang menanjak terkadang melewati turunan. Faktanya saat ini seluruh jalanan di Pulau Weh sudah berkualitas bagus seiring meningkatnya keamanan di Aceh. Dan lokasi Tugu ini sendiri berada di kawasan hutan lindung.

Di plakat yang ada di atas tugu terbubuhlah tanda tangan Prof. Dr. Ing. BJ Habibie sebagai Menteri Negara Riset dan Ketua BPPT, yang menyatakan penentuan geografis di Sabang ini diukur menggunakan teknologi global positioning system (GPS) pada tahun 1997.

Sebenarnya, daya tarik utama di sini bukan berupa tugu saja, tapi juga kesempatan menyaksikan keindahan matahari terbenam. Tugu ini berada di ujung tebing yang menghadap ke laut. Dari situlah, terlihat jelas pemandangan matahari terbenam yang seolah bersembunyi ke dalam laut. Sangat Indah! Tapi sekedar peringatan agar jangan sampai kemalaman di lokasi tugu ini, karena jalan dari tugu melewati hutan lindung  yang tidak ada penerangan jalan sama sekali. Bahkan, masih sering ditemui banyak ular yang melintas di jalanan utamanya.

Belum selesai sampai di situ, Sabang bukan cuma punya Tugu Kilometer Nol Indonesia saja, masih ada lagi objek wisata lain yang mampu memberikan sensasi yang berbeda-beda.

Keramaian Pantai Iboih Sebagai Pusat Wisata

Pantai Iboih (dibaca : Pantai Iboh) bisa dibilang sebagai pusatnya wisata di Pulau Weh. Daya tarik utamanya adalah air pantai Iboih ini bening dan sangat jernih dengan koleksi terumbu karang yang indah. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari Tugu Kilometer Nol Indonesia menjadikan wilayah Pantai Iboih ini dipenuhi banyak penginapan yang sebagian besar berfasilitas sederhana untuk kelas backpacker.  Pantai ini sudah lama jadi tujuan para wisatawan mancanegara.

Kadang saat sudah melihat langsung dari dekat keindahan pantai Iboih ini, seakan mengajak siapa pun untuk menikmati keindahan bawah lautnya dengan ber-snorkeling. Untuk mendapatkan perlengkapan snorkeling di sini sangat mudah sekali. Bahkan kalau mau menyewa kapal pun bisa langsung memesannya di loket yang disediakan dan harganya pun sudah diseragamkan, sehingga lebih nyaman.

Di pantai Iboih tidak perlu takut susah cari makanan karena rumah makan sekelas warung makan hingga resto bisa dengan mudah ditemui. FYI, kopi di sini enak dan mantap lho rasanya!

Tenangnya Pulau Rubiah

Saat ingin menikmati suasana tenang saat berwisata di pulau Weh menyeberanglah sedikit ke pulau Rubiah yang memakan waktu hanya 5 menit mencapainya dengan kapal kecil. Ada cerita masyarakat di pulau Rubiah yang meyakini konon nama Rubiah diambil dari nama seorang wanita yang dulu pernah diasingkan di pulau ini.

Setiap sisi pantai di pulau Rubiah menampilkan kecantikannya yang berbeda-beda. Di satu pojok pantai bisa ditemukan sebatang pohon besar yang menjorok ke arah laut, sementara di pojok lain pulau ini bisa dilihat batu-batu besar yang tersusun acak di pinggir pantainya. Pulau ini juga sangat fotogenik, bayangkan sajaanda bisa berfoto ria dengan ditemani air laut yang bening di atas hamparan pasir putih dengan latanya langit biru.

Kecantikan Alami Pantai Sumur Tiga

Sudah puas menikmati keindahan dan kecantikan pulau Rubiah dan pantai Iboih bukan berarti pulau Weh tidak punya kejutan lainnya. Masih ada pantai cantik yang akan membuat anda terkesan yaitu pantai Sumur Tiga. Dinamakan begitu, karena konon dulu terdapat tiga sumur air di sekitaran pantainya.

Mengenali pantai Sumur Tiga ini tidaklah sulit, karena cirri khasnya berupa pantai yang dihiasi bentangan pasir putih yang halus dan air laut berwarna gradasi biru muda kehijauan yang sangat indah. Tidak heran kalau wisatawan mancanegara sering menyebut pantai ini sebagai Hawainya Indonesia.

‘Surga Tersembunyi’ di Jaboi

Konon menurut sejarah, Sabang berasal dari kata Shabag dalam bahasa arab yang artinya gunung meletus. Hal bisa langsung dibuktikan dengan masih adanya gunung berapi yang ada di daratan bahkan di bawah laut, salah satunya gunung berapi Jaboi yang berada di Gampong Jaboi, kurang lebih 15 km dari pusat Kota Sabang. Di gunung berapi Jaboi ini bisa dilihat langsung kawah yang masih aktif dan aliran air hangat yang mengalir di sekitar kawah.

Gunung berapi yang dikenal juga dengan kawah volkano Jaboi ini biasa menjadi tempat wisata masyarakat Sabang. Memang sih pengunjung kawah ini setiap harinya tidak terlalu banyak, karena belum terlalu banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang mengetahui lokasi wisata yang satu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *