Menjadi Langkah Strategis Untuk Gizi Masyarakat, Presiden Prabowo Resmikan SSPPG Polri
Dalam momentum peringatan ke-79 Hari Bhayangkara, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Peluncuran yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa pagi (1/6/2025), menjadi tonggak penting sinergi antara Polri dan pemerintah dalam mengatasi persoalan gizi di masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa upaya Polri dalam mendukung program pemenuhan gizi rakyat merupakan bentuk nyata dari kepedulian dan keterlibatan institusi keamanan dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan. Ia pun menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kontribusi Polri, khususnya di bawah komando Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Selasa 1 Juli 2025, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan satuan pelayanan pemenuhan gizi SPPG Polri di seluruh Indonesia. Terima kasih,” ujar Presiden dari atas podium utama.
Presiden Prabowo menyebut bahwa keberadaan SPPG Polri merupakan langkah penting dalam menyelamatkan masa depan generasi bangsa, terutama anak-anak. Ia menilai, dukungan langsung dari aparat kepolisian terhadap program makan bergizi gratis adalah bentuk konkret hadirnya negara di tengah kebutuhan rakyat.
“Ini bukan sekadar program, ini adalah investasi untuk masa depan. Ini adalah langkah untuk menyelamatkan anak-anak dan cucu-cucu kita, demi menyelamatkan masa depan bangsa kita,” tegas Prabowo.

Presiden juga menyinggung keberhasilan pemerintah dalam peningkatan produksi pangan, termasuk jagung, yang menurutnya tak lepas dari peran serta jajaran Polri.
“Produksi jagung kita mencapai titik tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia, dan Polri memainkan peran besar di balik capaian ini. Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri telah bergerak di garis depan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.
Komitmen Polri Dukung Program MBG
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam laporannya menegaskan komitmen penuh institusinya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan bahwa Polri menargetkan pendirian 100 unit SPPG di seluruh Indonesia sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional tersebut.
Namun, melebihi target awal, hingga Juni 2025, Polri telah berhasil mengembangkan 139 SPPG yang dirancang untuk melayani hingga 430.000 penerima manfaat di berbagai wilayah.
“Kami menargetkan pendirian 100 SPPG. Namun hingga Juni ini sudah ada 139 SPPG yang siap melayani ratusan ribu masyarakat,” ungkap Kapolri.
Dari jumlah tersebut, 18 SPPG telah beroperasi penuh, 24 unit sedang dalam proses verifikasi, dan 97 unit lainnya tengah dalam tahap pembangunan. Seluruh SPPG didesain untuk tidak hanya mendistribusikan makanan bergizi, tetapi juga memberikan edukasi terkait pola makan sehat dan pentingnya gizi dalam tumbuh kembang anak.

Kapolri juga menegaskan bahwa Polri tidak berhenti pada program pemenuhan gizi saja. Institusi ini juga telah menyiapkan pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) serta Sekolah Polisi Negara (SPN) sebagai lokasi pembinaan untuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang mendukung pembangunan nasional dari tingkat lokal hingga nasional.
“Polri tidak hanya menjaga keamanan. Kami juga siap mencetak agen-agen pembangunan dari kalangan muda melalui pelatihan di Pusdiklat dan SPN kami,” jelasnya.
Inisiatif pendirian SPPG Polri menjadi bukti bahwa institusi keamanan tidak hanya bertugas menjaga stabilitas, tetapi juga mampu berperan sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan Polri dalam isu-isu sosial, seperti gizi, pendidikan, hingga ketahanan pangan, mencerminkan transformasi Polri menjadi institusi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan hadirnya SPPG Polri di berbagai wilayah, pemerintah berharap angka kekurangan gizi di Indonesia dapat ditekan secara signifikan. Di sisi lain, program ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Polri, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat dalam membangun bangsa dari aspek kesehatan dasar.
Peluncuran ini menandai dimulainya babak baru peran Polri sebagai bagian integral dari program strategis nasional, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan Indonesia Emas 2045—negara maju dengan rakyat sehat, berdaya saing, dan mandiri.
