Menko Luhut Resmikan DPSP Borobudur Sebagai Destinasi Ramah Lingkungan
Menko Luhut melakukan kunjungan kerja ke Kab. Magelang, Jawa Tengah untuk melaksanakan rapat koordinasi dan peresmian DPSP Borobudur sebagai destinasi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, pada Sabtu, (04/05/2022), Menko Luhut beserta rombongan juga meninjau TPA Pasuruhan dan peluncuran SPKLU di DPSP Borobudur.
Berdasarkan arahan Presiden pada Rapat Terbatas pada 2019 lalu agar melaksanakan relokasi parkir dan pedagang dari Zona 2 ke lapangan Kujon di kawasan DPSP Borobudur. Arahan presiden juga menyangkut pembangunan infrastruktur pariwisata, pengembangan Historical Botani Garden, dan perbaikan tata kelola dan lembaga.
Pada rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Marves Luhut B. Pandjaitan diharapkan agar seluruh pihak dapat menyusun dan menerapkan peta jalan prinsip biru, hijau, dan sirkular pada lima DPSP. Salah satunya, menyinergikan BUMN dalam pengembangan ekosistem kendaraan pariwisata berbasis listrik, penggunaan energi terbarukan untuk akomodasi, pengolahan sampah, dan penerapan instrumen ekonomi lingkungan hidup.

Pada peresmian DPSP Borobudur sebagai destinasi ramah lingkungan dan berkelanjutan, Menko Luhut mengapresiasi Kementerian BUMN dan BUMN yang terlibat atas peluncuran SPKLU di DPSP Borobudur.
“Ini menjadi momentum kita bersama, untuk konsisten mengawal pembangunan destinasi pariwisata di Indonesia, dengan konsep ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sekaligus upaya kita mempersiapkan amenitas dalam mendukung agenda G20 pada tahun ini”, ungkap Menko Luhut pada sambutannya.
Selanjutnya, Menko Luhut juga menyerukan agar segera dilakukan percepatan pengadaan kendaraan pariwisata berbasis listrik khususnya di lima kawasan DPSP, yaitu Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang.

Kendaraan pariwisata berbasis listrik ini akan dimanfaatkan sebagai moda transportasi wisatawan yang menghubungkan titik-titik utama pariwisata, seperti bandara, hotel, dan atraksi wisata.
“Kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menghadirkan destinasi wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pesan Menko Luhut.
TPA Pasuruhan
TPA Pasuruhan juga menjadi salah satu kawasan yang akan direvitalisasi. TPA ini memiliki luas tanah sekitar 1.8 Ha dengan ketinggian sampah saat ini mencapai 35m dan volume sekitar 100 ton per hari.
Menko Luhut meminta agar Pemprov Jawa Tengah agar segera mengatasi permasalahan ini.

“Ada dua tempat sampah yg kita lihat. Teknologi kita harap dapat mengatasi ini. Tahun depan tidak boleh ada lagi penumpukan sampah seperti ini. Saya juga berharap seluruh masyarakat saling mendukung”, tambah Menko Luhut. (Sumber Kemenko Marves)
