Menpar Optimis Pariwisata NTB Bakal Pulih 100% pada April 2019
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menilai Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan provinsi yang serius dalam mengembangkan sektor pariwisata. Tentu saja hal ini tak lepas dari Pemerintah Provinsi NTB yang mau berkomitmen untuk mensejajarkan pariwisat aNTB dengan pariwisata di daerah lain.
Selain itu, atraksi alam dan budaya yang dimiliki Pulau Seribu Masjid ini, merupakan atraksi yang luar bisa dan patut untuk disaksikan. Bukan hanya atraksi, namun Aksesibilitas beserta amenitasnya juga bagus. Artinya, arus masuk wisatawan normal bahkan diarahkan naik. Pemulihan pariwisata Pulau Seribu Masjid ini sejak awal diupayakan lebih cepat.
Dengan unsur 3A yang kuat ini, Menpar optimis industri pariwisata NTB dapat pulih seutuhnya pada April 2019, setelah NTB dilanda gempa pada tahun 2018.
“Pemulihan pariwisata NTB tidak butuh waktu lama. Atraksinya kuat dan amenitasnya sudah bagus. NTB ini lebih cepat pulih karena gubuernurnya memiliki komitmen kuat. Stakeholder pariwisata di NTB juga harus diapresiasi,” ungkap Menpar, Sabtu (29/12/2018).
Menpar juga memberikan apresiasi terkait konektivitas udara yang ada di NTB. Bahkan kini pembukaan baru menuju NTB sudah banyak dilakukan. Menpar siap membantu NTB terkait konektivitas udara ini. Menpar mengaku telah menyiapkan berbagai formulasi. Harapannya, akan ada banyak maskapai yang membuka rute menuju Pulau Seribu Masjid. Beberapa penawaran yang diberikan adalah berupa berbagai insentif. Ada juga back up promosi untuk menaikan jumlah penumpang.
“Kalau atraksi dan amenitas sudah oke, sekarang fokusnya mengembalikan flight. Maskapai manapun yang membuka rute baru atau terbang kembali ke NTB akan dibantu. Kami akan bantu dengan insentif dan promosinya. Mereka akan dibantu semuanya. Ini menjadi bentuk komitmen Kemenpar. Kami akan dukung sepenuhnya upaya percepatan pariwisata NTB,” terang Menpar lagi.
Menpar melanjutkan, Event terbaik sudah disiapkan melalui launching CoE NTB, Sabtu (29/12) lalu. Event-event ini akan memberikan banyak kejutan.
Terus mengupayakan pemulihan Lombok, Kemenpar ini sudah melakukan 3 tahap agenda. Secara SDM Kelembagaan melakukan trauma healing pada pelaku pariwisata, masyarakat, dan industri. Pengelolaan hotel melalui penerapan sistem kerja setengah hari. Ada juga pemulihan dan keringanan pembayaran listrik juga air. Untuk pemasarannya, melalui penerapan strategi BAS (branding, advertising, sales).
Mengoptimalkan kembali akses laut, dermaga Gili Trawangan dibangun dengan sistem ponton apung. Anggaran total yang disuntikan Rp26 Miliar. Ada juga rehabilitasi Pelabuhan Bangsal. Aktivitasnya berupa pembangunan 2 unit terminal penumpang dan gedung kantor. Total bujet yang disiapkan Rp6,2 Miliar dan mulai digulirkan 2019.
“Perbaikan ini akan selesai semua di Maret 2019. Artinya setelah itu, aktivitas bisa normal kembali. Baru, pada bulan berikutnya semua sudah normal seperti sediakala. Untuk itu, penambahan penerbangan menuju NTB ini harus dipersiapkan dari sekarang,” jelas Menpar.
Sedikit flashback, perekonomian NTB sempat terganggu. Bencana memberikan dampak besar terhadap pariwisata. Pariwisata Pulau Seribu Masjid menderita kerugian sebesar USD100 Juta. Asumsi ini diambil dari kemampuan spending wisman USD1.000 per trip/hari/orang. Efek penyusutan jumlah wisman 10 ribu orang per bulan.
