Menpar Rombak Struktur Kementerian Untuk Wujudkan 20 Juta Wisman

0
menpar rombak struktur

Dalam rangka memenuhi tuntutan strategis untuk mencapai visi mendatangkan 20 juta wisman di tahun 2019, Menteri Pariwisata Arief Yahya merombak struktur di Kementeriannya. Struktur yang baru ini terdiri dari empat deputi yaitu: Deputi Pengembangan Pemasaran (Zona I dan II), Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata,dan Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Pariwisata.“Saya merombak secara mendasar seluruh strategi Kemenpar ke arah “customer-centric strategy”, kata Menpar.

Perombakan itu dilakukan menyusul dikeluarkannya CEO Message yang menegaskan, struktur (organisasi) yang baru Kementerian Pariwisata akan “cukup compact” dengan empat deputi.

Secara detail isi CEO Message yang dimuat di laman kemenpar berbunyi, Menpar sudah mencermati struktur organisasi yang selama ini digunakan dan Menpar berkesimpulan bahwa dengan struktur organisasi tersebut mustahil visi 2019 dapat tewujud.

Menurut Menpar sturktur yang digunakan itu masih “dimensi fungsi” secara dominan atau “functional structure”, belum menggunakan “dimensi customer ” sebagai primary dimension. Memang demikianlah umumnya evolusi sebuah organisasi yaitu diawali dengan dimensi fungsi secara dominan, kemudian bertransformasi menjadi dimensi customer yang dominan.

“Sebenarnya memang dari awal tahun 2015 organisasi Kemenpar telah diproyeksikan menjadi customer-centric organization bukan bureaucratic structure namun dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Evolusi transformasi organisasi menjadi customer-centric organization kita percepat, singkatnya, evolusi yang dipercepat,” Ujar Menpar.

Dalam lanjutan CEO Message ini Menpar mengaku hal pertama saat dipercayakan memimpin Kemenpar adalah dengan melakukan Strategic Situation Analysis (SSA) dan kemudian Strategy Formulation (SF).

“Seperti rekan-rekan lihat selama lebih dari dua tahun terakhir, saya merombak secara mendasar seluruh strategi Kemenpar ke arah “customer-centric strategy”. Kenapa? Karena pada hakekatnya, Kemenpar adalah “kementerian pemasaran” karena tugasnya jelas memasarkan destinasi wisata (produk) untuk mendatangkan 20 juta wisman, bukan sekedar menjalankan aktivitas rutin kepemerintahan,” lanjut Menpar dalam CEO Massegenya.

Menpar pun melihat kementeriannya tidak beda jauh dengan persuahaan lain yang memiliki target tahunan dan punya omset. Devisa yang dihasilkan dari kunjungan wisman setiap tahun itulah yang dinamai omser untuk Kemenpar. Namun jika di perusahaan omset itu masuk ke kantong pemegang saham, sedangka omset Kemenpar dikembalikan untuk mensejahterakan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *