Headline NewsInvestmentTourism

Menparekraf Dorong Investor Tanam Modal di KEK Likupang

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pengembangan industri dan jasa pariwisata bertaraf internasional menjadi salah satu terobosan dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang. Agar terobosan itu dapat terealisasi, Menparekraf mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di KEK pariwisata Likupang.

Ajakan ini disampaikan Menparekraf  saat  menggelar pertemuan dengan 50 lebih investor  di Sulawesi Utara. Pertemuan ini dikemas dalam acara “Gala Dinner Tourism & Creative Economy Investment Forum in North Sulawesi”, di Hotel Sheraton Peninsula, Kota Manado Sabtu (6/3/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw, Anggota Komisi X DPR RI Adriana Dondokambey, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin Lotulung, serta para investor yang dipimpin Peter F. Gontha selaku pelaksana forum investasi.

Sementara itu, yang mendampingi Menparekraf pada kegiatan ini, yakni  Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa Sungkari.

“Gala Dinner Sulawesi Utara Investor Forum ini merupakan pertemuan dengan beberapa pengusaha sekaligus investor yang digagas untuk mendorong serta mendukung percepatan pengembangan industri dan investasi pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Likupang yang merupakan Destinasi Super Prioritas dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus,” kata Menparekraf.

Menparekraf  menerangkan, KEK Likupang menyimpan potensi yang besar bagi para investor, seperti infrastruktur di dalam kawasan termasuk Sustainability Concept dan menciptakan Smart Tourist Destination (STD). Kemudian Cultural Village sebagai kunci untuk destinasi wisata dan pusat ekonomi kreatif guna  menggiatkan dukungan terhadap masyarakat setempat.

Selain ada, ada lahan seluas 92,89 hektar yang dijadikan pembangunan kawasan tahan I  (3 tahun pertama) dengan nilai investasi mencapai Rp914 miliar. Investasi tersebut dipergunakan untuk resort, utilitas, area komersial, danau, juga ruang terbuka hijau.Area KEK Likupangnya sendiri memiliki lahan seluas  197,4 hektar yang dikembangkan oleh PT. Minahasa Permai Resort Development (MPRD). Pengembangan ini dilakukan secara tiga tahap. Untuk pembangunan kawasan, total investasinya sebesar Rp2,1 triliun dan diperkirakan menarik investasi Rp5 triliun hingga tahun 2040.

Melalui KEK Likupang diharapkan dapat mendongkrak realisasi investasi sektor pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara, yang berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal tahun 2020, mencapai Rp939,13 miliar dengan PMA mencapai Rp80 miliar, dan PMDN mencapai Rp859,13 miliar.

“Kita harapkan pembangunan tersebut tidak hanya terbatas kepada meningkatnya pendapatan daerah dan masyarakat sekitar, tetapi juga harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta sosial budaya dan lingkungan terjaga dengan baik,” kata Sandiaga Uno.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga Uno juga menyaksikan penandatanganan kerangka kerja sama antara MPRD dan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) mengenai Rencana Pembentukan Badan Usaha untuk Pengembangan dan Pengelolaan KEK Likupang.

 Kerangka kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan pendirian atau pembentukan perusahaan patungan (joint venture) sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP). Hal ini merupakan wujud konkret dari konsep public-private-people partnership.

“Saya akan menyiapkan kelengkapan dokumentasi untuk menarik investor, dan langsung diikuti dengan roadshow (promosi investasi). Tahun ini adalah tahun penyiapan, dan tahun depan mudah-mudahan kita bisa memulai satu kegiatan yang konkret sehingga sebelum tahun 2024 sebagian dari fase KEK Likupang ini sudah bisa terbangun,” kata Menparekraf.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close