Menteri Jonan Resmikan Proyek Listrik Baru dan Sumur Bor Air Tanah di Jambi

0
images (20)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Minggu sore, hari ini (3/3/2019), melakukan meresmikan proyek infrastruktur listrik baru dan sumur bor air tanah di Jambi. Peresmian tersebut dipusatkan di lokasi Gardu Induk Sarolangun di Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Turut hadir dalam acara peresmian tersebut antara lain Gubernur Jambi Fachrori Umar, Bupati Sarolangun Cek Endra, Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil dan Plt. Komisaris Utama PT PLN (Persero) Ilya Avianti.

Infrastruktur kelistrikan yang diresmikan terdiri dari Gardu Induk 150 kV Sarolangun, Transmisi 150 kV Muara Bulian-Sarolangun, Gardu Induk 150 kV Sungai Penuh dan Transmisi 150 kV Bangko-Merangin-Sungai Penuh. Sedangkan sumur bor air tanah yang diresmikan berada di 6 kabupaten yaitu Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tebo, Bungo, dan Merangin.

Panjang transmisi 150 kV Muara Bulian-Sarolangun yaitu 83,6 kms dan terdiri dari 245 tower yang bertujuan untuk menyalurkan tenaga listrik dari beberapa pembangkit yang ada seperti PLTG Batang Hari, PLTG Payo Selincah, dan PLTG CNG Sungai Gelam sehingga dapat didistribusikan kepada masyarakat di Kabupaten Sarolangun dan sekitarnya.

Sedangkan panjang transmisi 150 kV Bangko-Merangin-Sungai Penuh yaitu 137,7 kms dengan 432 tower yang bertujuan untuk memperluas penyediaan tenaga listrik kepada masyarakat di Kabupaten Merangin, Kerinci, Kota Sungai Penuh dan sekitarnya.

Dalam sambutannya Menteri Jonan mengatakan bahwa sekarang listrik sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, sehingga semua daerah harus bisa menikmati listrik tanpa terkecuali.

“Jadi 4 infrastruktur yang kita resmikan itu merupakan bagian dari sistem kelistrikan trans Sumatera. Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini jaringan listrik trans Sumatera akan selesai. Jadi listrik yang bisa dinikmati semua wilayah di Sumatera akan sama, baik di Sumsel, Lampung, Jambi akan sama,” ungkap Menteri Jonan.

Jonan menambahkan bahwa rasio elektrifikasi nasional akhir tahun lalu sebesar 98,3%, dan tahun 2019 ditargetnya mencapai 99,9% “Tentunya di provinsi Jambi juga bisa mencapai itu,” tambahnya.

Dalam menyediakan tarif listrik, Pemerintah tidak hanya mempertimbangkan supply listrik saja tetapi harganya harus terjangkau. “Pemerintah memperhatikan daya beli masyarakat. Yang penting adalah listriknya ada dan tarifnya terjangkau. Makanya sampai hari ini Pemerintah tidak mempertimbangkan kenaikan tarif listrik. Bahkan mulai bulan ini pelanggan PLN 900 VA tarifnya dikurangi dari Rp. 1.352 per kWh menjadi Rp. 1.300 kWh,” tambah Jonan.

Pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menyampaikan bahwa rasio elektfikasi Provinsi Jambi telah mencapai angka 98,09% atau hampir mendekati rasio elektrifkasi nasional sebesar 98,3%.

“Sedangkan rasio elektrifikasi di Kabupaten Sarolangun sebesar 92,66%, Batanghari 84,63%, Muaro Jambi 92,76%, Bungo 93,09%, Tebo 81,82%, Merangin 93,95%, Kerinci 89,17%, dan Kota Sungai Penuh 89,93%,” ungkap Rida.

Dengan beroperasinya gardu induk dan jaringan transmisi tersebut akan mengoptimalkan pasokan listrik di berbagai kabupaten di Jambi termasuk menggantikan suplai listrik dari pembangkit berbahan bakar diesel. Sehingga terdapat potensi penghematan di wilayah Sarolangun sebesar Rp. 9,2 miliar per tahun sedangkan wilayah Bangko-Merangin-Sungai Penuh sebesar Rp. 28 miliar per bulan. Selain itu juga terdapat potensi tambahan penjualan listrik PLN di wilayah Soralangun sekitar Rp. 53 miliar per tahun. (Sumber Kementerian ESDM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *