Microsoft Tambah Fitur Lunak Untuk Menangkal Serangan Virus Ransomware
Di tengah gelombang serangan ransomware yang mendunia, Microsoft menambahkan fitur ke perangkat lunak Windows 10 yang dapat membantu penggunanya tetap aman.
Dilansir Fortune.com, Senin 3 Juli 2017, Windows 10 Preview Build terbaru, yang dirilis ke beberapa Windows Insiders pada hari Rabu 28 Juli 2017, telah menambahkan fitur baru yang disebut folder terkontrol.
Fitur baru ini bertujuan untuk melindungi file dari aplikasi berbahaya dan ancaman lainnya, dengan memantau perubahan yang dilakukan pada konten di dalam folder tersebut. Seluruh dokumen, gambar, film dan folder desktop ditambahkan secara otomatis ke dalam folder terkontrol, yang mana folder ini tidak dapat diubah oleh pengguna.
Microsoft mengatakan, pengguna akan mendapatkan notifikasi jika ada perangkat lunak mencurigakan atau aplikasi blacklist yang berusaha mengubah file yang dilindungi. Windows Insiders dapat mengaktifkan folder terkontrol melalui Windows Defender Security Center under Virus & Threat Protection yang ada di pengaturan.
Pengguna juga dapat mengizinkan aplikasi yang mereka percaya untuk melakukan perubahan. Aplikasi tepercaya dapat ditambahkan melalui Controlled Folder Access Panel.
Belakangan ini dunia kembali dikagetkan dengan serangan virus ransomware jenis petya. Virus ini telah menyerang beberapa negara seperti Sistem komputer di Rusia, Inggris, Spanyol, Ukraina, Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lain pun diserang. Negara yang terdampak paling parah adalah Ukraina.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mewanti-wanti agar masyarakat berhati-hati dengan virus Petya ini. Masyarakat diminta segera melakukan tindakan pencegahan terhadap ancaman serangan ransomware Petya.
Rudi menyarankan agar masyarakat untuk selalu mem-back up data, menggunakan sistem operasi yang orisinal dan update secara berkala, install antivirus yang di-update berkala, serta gunakan password yang aman dan ganti berkala.. “Pengelola TI di berbagai institusi agar menonaktifkan atau mencabut jaringan lokal/LAN sementara sampai dipastikan semua aman, kemudian back up data ke storage terpisah,” ujar Rudiantara dalam keterangan tertulis.
Menurut Rudi, Pemerintah tidak akan tinggal diam terkait kehadiran virus perusak sistem komputer ini. Pemerintah terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus Petya ini di Indonesia. “Pemerintah terus memantau dan memitigasi pergerakan dari penyebaran virus PETYA ini di Indonesia,” jelas pria yang akrab disapa Chief RA ini.
