Milos Pejic Pria Asal Serbia Resmi Menjadi Pelatih Satria Muda Pertamina 2020
Menjelang perhelatan kompetisi bola basket Indonesia atau Indonesia Basketball League (IBL) musim 2020 yang bakal mulai bergulir Januari 2020 mendatang, Satria Muda Pertamina (SM Pertamina) membuat gebrakan dengan menggaet pelatih anyar asal Serbia, Milos Pejic.
Pelatih yang kini berusia 50 tahun itu diikat kontrak selama 1 tahun oleh tim yang bermarkas di BritAma Arena, Kelapa Gading, Jakarta tersebut. Tentunya, kehadiran Pejic ke Jakarta merupakan wujud keseriusan SM Pertamina mempersiapkan diri menyambut musim 2020 mendatang yang akan dimulai pada 10 Januari 2020 di Semarang.
Dalam karir melatihnya Pejic banyak menghabiskan waktunya dengan melatih klub-klub di kawasan Balkan dan Eropa Tenggara seperti Serbia, Georgia, Bosnia, Makedonia, dan Montenegro. Terakhir, Pejic tercatat sebagai pelatih kepala BC Vera (Georgia) yang berhasil meraih gelar juara A-League Georgia musim 2019 lalu. Sementara di level Internasional, Pejic sempat menukangi tim nasional Iran U-18 pada tahun 2014.
Presiden Klub Satria Muda, Erick Thohir yang menyambut langsung kehadiran Milos Pejic di hari pertama, Selasa (1/10) kemarin menjelaskan alasan pihaknya mendatangkan pelatih kelahiran Vrnjacka Banja, Yugoslavia 22 Oktober 1968 itu.
“Satria kehilangan pemain inti, ditambah lagi pada musim kompetisi mendatang tim nasional Indonesia akan berkompetisi secara penuh di liga, yang artinya ada sekitar 4 hingga 6 pemain Satria Muda yang harus memperkuat tim nasional Indonesia pada musim kompetisi mendatang,” ungkap Erick
Lebih lanjut, Erick menuturkan bawah secara umum basket modern saat ini mengalami perubahan gaya permainan. Seperti pada Piala Dunia FIBA yang lalu, Amerika Serikat yang dihuni pemain-pemain berbakat sempat keteteran ketika menghadapi tim-tim dari Eropa dan Amerika Latin yang menggunakan sistem bermain kolektif.
“Oleh sebab itu, mengapa Satria Muda tidak bisa mempelajari sistem-sistem baru yang baik, dan kita menjadi tempat pengembangan juga agar dapat berkontribusi kembali bagi basket nasional tidak hanya pemain, namun juga sistem permainannya,” tuntasnya.
Sementara itu, Pejic mengaku bahwa sebelum bergabung dengan SM Pertamina, dirinya banyak menghabiskan waktu di Eropa Tenggara. Ia juga menyebutkan pernah melatih di Asia, namun pada area yang berbeda. Dimana sat itu ia sempat menangani tim nasional Iran U-18.
“Tentunya tantangan yang ada disini akan berbeda jika dibandingkan dengan apa yang biasa saya hadapi sebelumnya, namun saya siap dan antusias untuk menjawab tantangan ini,” tutur Milos.
