Moeldoko: Dalam Penanganan Covid-19, Presiden Fokus Tiga Hal
Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan kebijakan yang dikeluarkan Presiden dalam penanganan Covid 19 menitikberatkan pada tiga hal. Yang pertama adalah, penanganan dari sisi kesehatan. Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk menekan kasus baru dan memprioritaskan perlindungan kesehatan masyarakat.
Selanjutnya, yang kedua, Pemerintah ingin kebutuhan masyarakat terpenuhi, karena itu digulirkan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi ini. Kemudian yang ketiga atau terakhir, memastikan pelaku usaha tetap menjalankan usahanya.
“Dari tiga hal besar itu, terdiskripsi menjadi empat penanganan Covid itu jumlahnya cukup besar yah, 87,55 triliun. Berikutnya dari sisi sosial ada 203,9 triliun, dari sisi ekonomi 226,7 triliun dan dari sisi keuangan 163,3 triliun. Itu langkah-langkah Pemerintah dalam penanganan Covid,” ungkap Moeldoko saat diwawancarai oleh CEO EL JOHN Media Martinus Johnnie Sugiarto di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat, (24/7/2020).Wawancara ini juga ditayangkan di EL JOHN TV dan EL JOHN Radio
“Jangan sampai kita berfokus dari sisi Coovid-nya. Tetapi sektor keuangan mati, jangan sampai begitu, nanti banyak PHK repot kita, itu justru lebih mengerikan lagi,” tambahnya.
Yang harus diperhatikan, menurut Moeldoko adalah keberadaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk memastikan UMKM tetap berjalan, Pemerintah mengeluarkan stimulus seperti subsidi bunga, restrukturisasi penjamin modal kerja, hingga membebaskan biaya PPH final.
“Berikutnya ada pembiayaan investasi pada koperasi. Ini jumlahnya cukup besar yah ada 123,6 triliun. Tujuannya apa, sangat berbeda dengan 98, kalau UMKM itu sebagai backbone perekonomian nasional, sekarang UMKM juga mengalami kondisi yang menyedihkan. Itu kemarin waktu Presiden mengumpulkan para pemain-pemain mikro, kecil, menengah diberikan dana suntikan modal 2,4 juta perorang, nanti jumlahnya 12 juta para pemain mikro seperti itu,” ungkap Moeldoko.
Perhatian Pemerintah terhadap dunia usaha, juga menyasar kepada sektor pariwisata. Justru sektor yang satu ini, banyak melahirkan para pelaku usaha UMKM. Karena itu, stimulus pun dikeluarkan untuk melindungi pada pelaku UKMK di sektor pariwisata tersebut. Selain UMKM pariwisata, pekerja seni juga ikut menjadi perhatian Pemerintah. Tidak sedikit pekerja seni yang kena imbasnya akibat pandemi ini.
“Dalam sisi pariwisata yang dipikirkan, yang pertama para pelaku, kalau pelaku pariwisata itu mulai dari bagaimana orang yang membuat handcarft, orang yang pekerja seni, dan ekositim yang ada di sekitar itu yah, itu juga dipikirkan oleh Pemerintah, sampai pekerja seni pun masuk dalam sidang kabinet untuk dipikirkan bagaimana mereka bisa tetap menyambung hidup dan seterusnya. Terus para pekerja yang kehilangan pekerjannya. Bagaimana sektor itu harus berjalan, itu juga dipikirkan,” kata Moeldoko.
