Moeldoko Tetap Kritisi Pemerintah Jika Kebijakannya Rugikan Petani

0
IMG-20200724-WA0017

Meski berada di lingkungan Pemerintah, Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Moeldoko tetap kritis disaat Pemerintah tidak memperhatikan nasib para petani. Hal itu pernah dilakukan Panglima TNI masa jabatan 20 Mei 2013 – 30 Agustus 2013 ini saat Pemerintah salah waktu dalam mengimpor beras.

Moeldoko mengatakan seharusnya Pemerintah melihat jadwal panen. Disaat panen raya, impor beras seyogyanya tidak dilakukan.

“Dua tahun yang lalu, Indonesia mengimpor beras tidak tepat pada waktunya, saya teriak keras, di saat panen raya justru impor masuk,”Moeldoko saat diwawancarai oleh CEO EL JOHN Media Martinus Johnnie Sugiarto di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/7/2020). Wawancara ini juga ditayangkan di EL JOHN TV dan EL JOHN Radio.

Meoldoko mengaku dirinya bukan menolak impor beras. Impor masih dibutuhkan untuk pengamankan cadangan beras, namun hal tersebut harus berdasarkan perhitungan agar petani tidak dirugikan

“Kita tidak menolak impor, karena saya sendiri tau bagaimana grafik antara panen dengan kondisi cuaca itu ada gap yang cukup serius pada bulan-bulan tertentu, khususnya pada bulan November-Januari,” terang Moeldoko.

“Februari itu adalah situasi yang genting untuk panen kita, maka diperlukan impor. Nah pada bulan Maret dan April adalah panen raya, jangan kebijakan impor itu pada bulan-bulan kritis tadi sehingga berasnya datang pada saat panen raya, sunggung ini sangat menggangu para petani kita, itu yang saya perjuangan kalau ada yang seperti itu,” tambah Moeldoko.

Moeldoko berharap hal tersebut tidak terulang lagi, pasalnya hasilnya panen raya masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *