Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 143,91 Juta Orang, Jawa Tengah Jadi Tujuan Terpadat

0
c02d078e-a878-49f4-8233-ac730e4c724d

Ilustrasi masyarakat sedang melakukan mudik lebaran 2026 (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan lonjakan pergerakan masyarakat pada musim mudik Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang. Angka tersebut diperoleh dari survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub sebagai dasar perencanaan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini.

Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai daerah asal pemudik terbanyak dengan 30,97 juta orang. Posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta sebanyak 19,93 juta orang dan Jawa Timur 17,12 juta orang. Sementara dari sisi daerah tujuan, arus terbesar diperkirakan mengalir ke Jawa Tengah dengan 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur 27,29 juta orang dan Jawa Barat 25,09 juta orang.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa hasil survei ini menjadi acuan utama dalam menyiapkan layanan transportasi selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Hal inilah yang menjadi dasar kita bersama untuk tetap menyiapkan Angkutan Lebaran 2026 secara komprehensif,” kata Dudy dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Pada level kabupaten dan kota, wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi menjadi titik asal perjalanan terbesar. Untuk kawasan Jabodetabek, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang mencatat angka pergerakan tertinggi, dengan Jawa Tengah menjadi provinsi tujuan favorit.

Mobil Pribadi Tetap Jadi Andalan

Survei juga menunjukkan kendaraan pribadi masih menjadi moda utama masyarakat. Sebanyak 76,24 juta orang diperkirakan menggunakan mobil pribadi, disusul sepeda motor 24,08 juta orang dan bus 23,34 juta orang.

Pengguna mobil mayoritas memilih jalan tol dengan estimasi 50,63 juta orang. Sementara pengendara sepeda motor cenderung memanfaatkan jalur alternatif non-utama sebanyak 8,65 juta orang.

Menhub kembali mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan penggunaan transportasi umum demi keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum, guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan risiko kecelakaan karena mobilitas tinggi selama Lebaran”

Dudy Purwagandhi (Menteri Perhubungan)

Sejumlah titik transportasi diprediksi mengalami kepadatan signifikan. Untuk moda kereta api, Stasiun Pasar Senen diperkirakan menjadi stasiun asal terpadat dengan 2,38 juta penumpang, sedangkan Stasiun Yogyakarta Tugu menjadi stasiun tujuan terpadat dengan 867 ribu orang.

Di sektor penerbangan, Bandara Soekarno-Hatta diproyeksikan menjadi bandara asal sekaligus tujuan terpadat, masing-masing 2,13 juta dan 1,05 juta penumpang. Terminal Pulo Gebang menjadi terminal asal terpadat dengan 2,31 juta orang, sementara Terminal Tirtonadi menjadi terminal tujuan terpadat 1,44 juta orang.

Untuk angkutan laut, Pelabuhan Tanjung Priok diperkirakan melayani 214 ribu penumpang dan Pelabuhan Tanjung Perak 158 ribu penumpang. Adapun lintas penyeberangan Merak–Bakauheni diproyeksikan menjadi yang tersibuk dengan 6,06 juta orang.

Kesiapan Armada dan Diskon Tarif

Pemerintah menyiapkan ribuan armada di berbagai moda transportasi. Di sektor darat tersedia 31 ribu unit bus, sektor laut 829 kapal, penyeberangan 255 kapal, udara 392 pesawat yang siap operasi, serta ribuan sarana kereta api yang didukung ratusan stasiun.

Selain itu, pemerintah kembali menghadirkan berbagai insentif tarif. Diskon penyeberangan diberikan hingga 100 persen untuk jasa kepelabuhanan pada periode tertentu. Angkutan laut kelas ekonomi mendapat potongan 30 persen, begitu pula tiket kereta api ekonomi. Untuk angkutan udara domestik kelas ekonomi, diskon berkisar 17–18 persen dengan periode pembelian dan keberangkatan yang telah ditentukan.

Program Mudik Gratis dan Pembatasan Truk

Kemenhub juga menggelar program mudik gratis melalui moda bus, kereta api, dan kapal laut dengan puluhan ribu kuota penumpang serta pengangkutan sepeda motor.

Dari sisi pengaturan lalu lintas, Surat Keputusan Bersama telah disusun bersama kepolisian dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengatur pembatasan operasional truk sumbu tiga atau lebih, kecuali kendaraan pengangkut kebutuhan vital seperti BBM dan bahan pokok.

“Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan (over loading) dan lebih dimensi (over dimension), untuk menjaga keselamatan bersama,” kata Dudy.

Dengan proyeksi pergerakan yang sangat besar, koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *