Muhsin Palinrungi: Tidak Hanya Fasilitasi, Tapi Kami Dampingi UMKM Hingga Mandiri

0
EJN08487

Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan yang modern dan hijau, tetapi juga sebagai ekosistem pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berbasis potensi lokal. Salah satu motor penggeraknya adalah sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (ekraf) yang kini menjadi perhatian serius dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).

Dalam wawancara eksklusif, Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif OIKN, Muhsin Palinrungi, menyampaikan bahwa pihaknya terus aktif memfasilitasi pelaku-pelaku UMKM untuk berkembang dan bersaing, baik di pasar nasional maupun internasional.

Muhsin menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif di IKN bukan sekadar program temporer, tetapi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang melibatkan pendampingan, pelatihan, dan promosi.

Produk-produk UMKM yang tampil di berbagai expo, termasuk di ajang EL JOHN Pageants Festival, menurutnya, adalah bukti nyata bagaimana OIKN memberikan ruang dan dukungan kepada pelaku usaha lokal.

“Kita memfasilitasi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Nusantara. Produk-produk ekraf itu bisa dilihat dari expo-expo UMKM yang diselenggarakan. Mereka memasarkan produknya di sini dan OIKN menyediakan semua fasilitas, dari tempat hingga promosi, karena memang tujuan kita adalah mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini penting agar pelaku UMKM yang sebagian besar masih berjuang dari bawah bisa lebih percaya diri dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Pemerintah, dalam hal ini OIKN, tidak hanya membuka akses terhadap pasar, tetapi juga memperkuat pondasi kualitas produk.

“Kita tidak hanya memberi ruang. Kita juga membina mereka, meningkatkan kapasitas melalui pelatihan-pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Dukungan Nyata Tanpa Biaya: Promosi Gratis untuk UMKM

Salah satu pendekatan yang dilakukan OIKN adalah menyediakan fasilitas promosi secara gratis bagi pelaku UMKM. Setiap kali ada expo, pameran, atau festival, OIKN selalu menyisihkan ruang khusus bagi para pelaku ekonomi kreatif lokal untuk unjuk gigi.

“Tidak ada biaya. Mereka bisa hadir dan memasarkan produk mereka tanpa pungutan. Ini bagian dari komitmen kami untuk mengangkat ekonomi kerakyatan, khususnya dari masyarakat lokal dan UMKM yang berada di sekitar wilayah Ibu Kota Nusantara,” tegas Muhsin.

Menurutnya, langkah ini terbukti efektif, tidak hanya meningkatkan eksposur produk UMKM ke publik, tapi juga menciptakan kepercayaan diri dan semangat baru bagi para pelaku usaha kecil.

“Para pelaku UMKM itu kita dampingi. Bahkan kita pernah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Kini dipisah menjadi Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif.red) untuk membuat desain produk mereka lebih menarik, baik dari sisi kemasan maupun tampilan. Hasilnya, omset penjualan mereka naik. Ini menunjukkan bahwa ketika kualitas produk ditingkatkan, dampaknya akan langsung terasa,” jelas Muhsin.

Transformasi Digital dan Pelatihan Berbasis Kebutuhan Pasar

Tak hanya berfokus pada pemasaran konvensional, OIKN juga memberikan perhatian serius pada transformasi digital. Dalam era yang serba cepat dan terkoneksi ini, kemampuan pelaku UMKM untuk hadir di platform digital menjadi keharusan.

“Bagaimana mereka memasarkan produk secara digital, itu juga kita fasilitasi. Kita dorong mereka punya kehadiran online, dari media sosial sampai marketplace. Karena kita ingin mereka bisa bersaing, bukan hanya di lokal atau regional, tapi juga secara nasional bahkan global,” terang Muhsin.

Program pelatihan pun disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. OIKN mengidentifikasi tantangan yang dihadapi para pelaku UMKM dan merancang pelatihan secara tepat guna. Mulai dari peningkatan kualitas produk, pemahaman branding, manajemen keuangan usaha, hingga digital marketing dan teknik ekspor.

Antusiasme Pelaku UMKM Tinggi, Lebih dari 1.000 Telah Dibina

Ketika ditanya tentang antusiasme pelaku UMKM di kawasan IKN dan Kalimantan Timur secara umum, Muhsin dengan yakin menyatakan bahwa respons masyarakat sangat luar biasa.

“Antusiasme mereka sangat tinggi. Kami sudah membina lebih dari 1.000 UMKM, dan semuanya aktif meningkatkan kualitas produk mereka. Bahkan dalam setiap expo atau kegiatan, kami harus melakukan seleksi dan rotasi karena keterbatasan tempat. Tapi mereka selalu siap dan semangat untuk ikut serta,” katanya.

Jumlah UMKM yang terus tumbuh menunjukkan bahwa program pembinaan dan fasilitasi dari OIKN mendapat sambutan hangat. Hal ini menjadi modal penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang kokoh dan tahan banting.

“Kita lakukan ini bertahap. Produk-produk yang sudah siap, kita dorong ke pasar yang lebih luas. Yang masih butuh pembinaan, kita latih dulu sampai benar-benar layak jual. Proses ini kita jalankan terus-menerus,” lanjutnya.

Produk Lokal Sudah Tembus Pasar Nasional, Siap Menuju Ekspor

Muhsin juga menyampaikan bahwa sejumlah produk dari pelaku UMKM yang dibina OIKN sudah memiliki daya saing tinggi, bahkan layak bersaing di pasar nasional. Beberapa produk bahkan mulai dilirik untuk ekspor.

“Sudah banyak produk-produk yang layak jual secara nasional. Dan yang lainnya sedang kita dorong supaya menyusul. Kita juga mulai membidik pasar luar negeri, karena kualitas produk UMKM kita sebenarnya tidak kalah dengan produk-produk dari luar. Tinggal soal branding dan kemasan saja,” jelasnya.

Ia optimistis, dengan pendampingan yang tepat, UMKM di sekitar Nusantara bisa menjadi pemain utama dalam perekonomian lokal, bahkan berkontribusi terhadap ekspor non-migas di masa depan.

Menuju Nusantara sebagai Pusat Ekonomi Kreatif di Kalimantan

Melalui berbagai program pemberdayaan dan fasilitasi, OIKN ingin menjadikan Nusantara sebagai kota masa depan yang juga ramah terhadap UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Pendekatannya pun tidak eksklusif, melainkan kolaboratif—melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, komunitas, dan tentu saja para pelaku usaha itu sendiri.

“Kita ingin Ibu Kota Nusantara bukan hanya kota pemerintahan, tapi juga pusat pergerakan ekonomi kreatif di Kalimantan. UMKM dan ekraf lokal ini bisa menjadi kekuatan baru dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkas Muhsin.

Apa yang dilakukan oleh OIKN bukan sekadar program bantuan ekonomi jangka pendek, melainkan langkah strategis membangun ekonomi daerah yang kokoh, berbasis potensi lokal dan kreativitas masyarakat. Dengan melibatkan UMKM, mendorong transformasi digital, hingga menyiapkan produk untuk pasar nasional dan ekspor, OIKN telah memberi harapan nyata bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *