NTT Akan Bangun Kampung Cokelat
Memanfaatkan potensi wilayah, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun kampung cokelat yang pengerjaannya akan dilakukan pada tahun ini dengan persiapan yang sudah dimulai sejak tahun lalu.
Kampung Cokelat ini akan dikelola kelompok usaha masyarakat hingga pabrik skala menengah. Kepala Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Timur, Obaldus Toda memperkirakan, sepuluh hingga 20 orang warga bisa memproduksi cokelat dalam lahan satu hektare.
Produksi cokelat tersebar di sejumlah daerah Pulau Flores. Potensi terbesarnya ada di Kabupaten Sikka mencapai lebih dari 20.000 hektare, Ende lebih dari 6.000 hektare, dan Flores Timur 6.000 hektare.
“Harapan kami, Kampung Cokelat ini akan menjadi contoh untuk pengembangan kelompok-kelompok industri di daerah potensial lainnya, selanjutnya tinggal diperkuat pemerintah daerah setempat untuk produksi hingga pemasarannya,” ujar Obaldus.
