Nyepi 2026 Jadi Momentum Persatuan, Menag Gaungkan “Satu Bumi, Satu Keluarga”

0
01KM00ZNYJJ42AM9B9KYH5G9HK

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 (Foto: Humas Kemenag)

El John News, Jakarta-Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat Indonesia menjadikan peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momen refleksi sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman.

Ajakan tersebut disampaikan Menag, saat menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang merayakan Nyepi.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia maupun pribadi, saya menyampaikan Selamat Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1948,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Ia menilai, perayaan Nyepi tahun ini memiliki makna yang lebih dalam karena berlangsung beriringan dengan bulan suci Ramadan dan mendekati Idulfitri 1447 Hijriah. Menurutnya, momentum ini menjadi simbol kuat harmoni kehidupan beragama di Indonesia.

“Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga”

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa tema tersebut mencerminkan nilai universal tentang persaudaraan lintas perbedaan. Ia menegaskan, keberagaman bukanlah penghalang, melainkan fondasi untuk membangun kebersamaan sebagai bangsa.

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, juga tercermin dalam pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang dijalankan umat Hindu saat Nyepi.

Melalui Amati Geni, umat diajak mengendalikan hawa nafsu dan emosi seperti amarah serta egoisme. Sementara Amati Karya menjadi kesempatan untuk menghentikan aktivitas duniawi dan melakukan perenungan diri.

Kemudian, Amati Lelungan mengajarkan untuk tidak bepergian sebagai bentuk penghormatan terhadap alam, sekaligus memberi ruang bagi lingkungan untuk memulihkan diri. Adapun Amati Lelanguan mengajak umat menjauh dari hiburan duniawi demi mencapai ketenangan batin.

“Dengan menjalankan Nyepi, umat Hindu sesungguhnya sedang memberikan jeda kepada alam semesta. Jika kita memuliakan alam, maka alam pun akan memuliakan harkat kemanusiaan kita,” ujar Menag.

Menutup pesannya, Menag menyampaikan harapan agar semangat persaudaraan global yang terkandung dalam filosofi Vasudhaiva Kutumbakam terus hidup dan mendorong terciptanya kerukunan di Indonesia.

“Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa senantiasa melimpahkan kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi kita semua,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *