EconomicHeadline News

Optimis Ekonomi Indonesia Membaik, Perusahaan Jepang Siap Ekspansi

Perusahaan-perusahaan asal Jepang yang berbasis di Indonesia berencana untuk melakukan ekspansi dalam satu hingga dua tahun ke depan. Hal ini mengemuka saat digelarnya audiensi antara Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko dengan perwakilan Japan External Trade Organization (JETRO) Indonesia di Situation Room Gedung Bina Graha Jakarta, belum lama ini.

Keyakinan ekspansi ini terjadi setelah JETRO melakukan survey terhadap lebih dari 1.000 perusahaan Jepang di Indonesia. Pada umumnya perusahaan asal negeri matahari terbit itu, optimis perusahaannya akan melesat di Indonesia pada tahun 2021 setelah pada 2020 anjlok terdampak pandemi Covid-19.

JETRO adalah badan organisasi yang terkait dengan pemerintah Jepang, yang bekerja untuk mempromosikan hubungan perdagangan dan investasi antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia.

Dalam audiensi ini, Moeldoko yang didampingi Staf Khusus Kantor Staf Presiden (KSP) Arif Budi Hardono, Deputi III KSP Panutan S. Sulendrakusuma beserta para tenaga ahli Deputi III KSP dari Kepada KSP

Presiden Direktur JETRO Indonesia Keishi Suzuki. Keishi mengatakan ada indikasi kenaikan penjualan  di Indonesia yang dirasakan perusahaan asal Jepang. Tak hanya itu, penjualan ekspor juga diprediksi ada peningkatan.

Kendati demikian, menurut Keishi ada yang harus diperhatikan, yakni terkait upah buru. Isu upah buruh bukan hal yang baru di Indonesia, diharapkan ini dapat di tas tanpa ada saling yang dirugikan

“Terutama yang bergerak di bidang manufaktur. Mereka berharap Undang-Undang Cipta Kerja bisa memperbaiki situasi tersebut,” jelas Keishi.

Sementara itu di hadapan Presiden Direktur JETRO Indonesia, Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko menjelaskan mengenai komitmen Pemerintah dalam memulihkan kembali  perekonomian Indonesia dari pandemic Covid-19. Program yang ditelurkan Pemerintah merupakan wujud nyata Pemerintah dalam mengatasi sektor-sektor yang terdampak pandemic. Program tersebut yakni Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)nhingga program vaksinasi.

 “Harapannya persoalan ekonomi segera bangkit sehingga daya beli masyarakat meningkat,” tutur Moeldoko.

Selain itu, belum lama ini, Pemerintah juga memberikan keringanan pajak untuk pembelian mobil dan rumah. Tidak hanya itu, Moeldoko juga menjelaskan bagaimana kehadiran UU Cipta Kerja akan memberikan kemudahan bagi investor untuk datang ke Indonesia, sehingga bisa menjadi pengungkit ekonomi ke depan.

“Pastinya, upaya-upaya itu perlu kontribusi berbagai pihak. Pengusaha dan Pemerintah perlu terus berkomunikasi untuk melihat perkembangan isu yang ada. Sementara Jetro sebagai strategic partner antara swasta dan Pemerintah perlu menjaga eksistensinya dan bekerja sama dengan baik, terutama dengan KSP,” imbuh Moeldoko.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus KSP Arif Hardono mendorong JETRO untuk menjaga komunikasi yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. “Apa yang kami sampaikan, terutama mengenai upaya pemulihan ekonomi ini juga perlu disampaikan. Apalagi, Pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp699 triliun untuk program PEN pada 2021 ini,” jelas Arif.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button