Para Finalis PPI 2022 Merasa Senang Dapat Saling Bertemu di Karantina Offline

0
WhatsApp Image 2022-09-26 at 19.03.51

Pada tanggal 25 September 2022, para finalis Putri Pariwisata Indonesia 2022 mulai menjalani karantina offline di Hotel Ibis Budget Daan Mogot, Jakarta Barat. Karantina ini,i dijalani para finalis hingga tanggal 29 September 2022.

Para finalis tidak dapat  menyembunyikan kegembiraannya,  akhirnya saling  bertatap muka yang sebelumnya pertemuan hanya dilakukan melalui karantina virtual selama sepekan. Ungkapan rasa senang pun disampaikan sejumlah finalis kepada tim liputan El John News, salah satunya finalis dari Jawa Timur yakni  Stevanny Berliana. 

Gadis  cantik yang memiliki sekolah model di Kediri ini, mengaku senang dan bersyukur akhirnya dapat bertemu dengan teman-teman finalis lainnya.

 Tak hanya finalis, Stevanny juga merasa bangga dapat bertemu dengan Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto dan para panitia. Momen in, i menjadi momen yang tidak terlupakan bagi Stevanny.

“Saya sangat senang sekali dan merasa bersyukur bisa bertemu dengan teman-teman finalis, dengan daddy Johnnie  dan kakak-kakak panitia  dan saya belajar banyak dari teman-teman karena mereka semua memiliki background yang sangat luar biasa.  Untuk kakak panitia itu humble yang tak kenal Lelah membimbing kita sampai nanti kontes berakhir,” kata Stevanny..

Mahasiswi Universitas Ciputra Surabaya ini,  merasakan ada semangat yang luar biasa untuk mengikuti karantina offline ini.  Dengan semangat itulah, Stevanny akan menjalani karantina secara maksimal.

“Saya merasa di karantina offline ini tidak merasa lelah karena dapat bertemu langsung dengan teman-teman, bisa berinteraksi langsung. Meski demikian saya tetap imbangi dengan makanan yang sehat  dan juga minum vitamin,” ungkap Stephanie.

Rasa senang juga disampaikan Anastasya Debora Benyamin dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Mahasiswi Universitas Nusa Cendana, NTT ini merasa impiannya dapat bertemu dengan teman-teman finalis dapat tercapai. Tak lupa, gadis yang akrab disapa Tasya ini  merasa gembira dapat bertemu dan berkomunikasi dengan Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto.

Karantina offline  ini,  akan dimanfaatkan Tasya untuk mendalami lagi perkenalannya dengan sesama finalis. Hal tersebut dilakukan Tasya agar hubungan persahabatan tidak putus meski nanti teman-teman finalis harus pulang ke kampung halamannya.

“Tentunya Tasya dapat mengenal teman-teman dari provinsi lain  dan juga dapat belajar mengenai pariwisata yang ada di provinsi teman-teman. Tasya juga  menanyakan kabar mereka bagaimana kabarnya, karena sebelumnya Tasya juga sudah sempat berkenalan dengan mereka melalui social media kemudian bertanya bagaimana sih persiapan mereka sehingga bisa tampil di titik ini,” ucap Tasya.

Menurut Tasya mendapat teman di pemilihan Putri Pariwisata Indonesia ini,  merupakan kesempatan yang tidak datang begitu saja, karena teman-teman finalis merupakan generasi muda yang hebat yang mewakili daerahnya.

“Tentunya  kita tetap merangkul dan misalkan Tasya berkunjung ke provinsi teman-teman pastinya Tasya akan mengontak teman-teman agar bisa menjadi tour guide Tasya ya dan juga sebaliknya, jika teman-teman berkunjung ke Nusa Tenggara Tasya pastinya akan menjadi tour guide dari teman-teman,” sambung Tasya.

Hal senada juga disampaikan finalis dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Kylie Julia Ahmad. Kyle mengaku sudah tidak sabar lagi mengikuti karantina offline karena dapat bertemu langsung oleh teman-teman finalis, Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia Martinus Johnnie Sugiarto dan para panitia. 

 Banyak cerita yang disampaikan teman-teman finalis saat dimulainya karantina offline ini.. Kebanyakan cerita yang disampaikan adalah  seputar daerahnya.

“Yang jelas perasaan aku sangat senang sekali bertemu dengan teman-teman finalis, bertemu dengan kakak panitia, karena kita bisa mengenal lebih banyak lagi dan lebih dalam lagi. Kita bisa bercerita tentang daerah kita masing-masing, misalkan destinasi apa yang wajib untuk dikunjungi, ketika kita berkunjung ke provinsi mereka,” kata mahasiswi Universitas Ciputra  Surabaya ini.

Bagi Kylie, teman finalis termasuk para panitia adalah keluarga kedua,  karena bersama mereka banyak hal-hal indah yang tidak terlupakan dan memiliki satu tujuan untuk Pariwisata Indonesia.

“Ini menjadi keluarga kedua karena di sini aku merasa bertemu dengan orang-orang yang satu visi yaitu untuk memajukan Pariwisata Indonesia ,” tutur Kyle.

Finalis lainnya yang mengungkapkan perasaan senangnya saat bertemu dengan teman-teman finalis disampaikan oleh Rifa  dari Aceh.

“Saya senang sekali bertemu dengan teman-teman karena sebelumnya kita hanya di karantina virtual tapi hari ini kita bisa bertatap muka, bertemu, mengobrol dan teman-teman semua merangkul Ketemu sama teman-teman panitia juga senang banget, mereka ramah-ramah dan cantik-cantik Mereka menjadi keluarga kedua saya selama di sini,” ujar Rifa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *