Headline News

PBTY Dilirik Masuk Agenda Wonderful Indonesia

Perayaan Imlek berupa Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) terbilang cukup sukses. Ajang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tersebut pun semakin memperkuat harmoni yang sudah terbangun di Kota Yogya.

Menurut Walikota Yogya Haryadi Suyuti, seluruh elemen masyarakat dituntut mampu menjaga sekaligus merawat harmoni yang terbangun dengan baik di Kota Yogya. “Harmoni itu dapat dirasakan ketika semua pihak bisa saling menghargai dan bertoleransi sehingga memunculkan keseimbangan di tengah perbedaan suku, agama maupun budaya,” tandasnya.

Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat, Pemkot akan selalu hadir baik melalui dukungan anggaran maupun kebijakan yang bersifat afirmatif. Termasuk dalam penyelenggaraan PBTY tahun ini, berbagai sumber dan aspek selalu dikomunikasikan dengan baik supaya masyarakat mampu menjaga kebersamaan.

Terbukti, meski dari sisi kuantitas penduduk Tionghoa di Kota Yogya tidak sebanyak seperti di Medan, Singkawang maupun Surabaya, namun perayaan Imleknya justru merupakan yang terpanjang. Bahkan, kegiatan tersebut kini dilirik untuk dimasukkan dalam agenda Wonderful Indonesia.

Humas PBTY yang juga tokoh Tionghoa, Fantoni membenarkan hal tersebut. Dirinya merasa sangat berterima kasih kepada pemerintah, utamanya masyarakat di Kota Yogya. Pasalnya, antusiasme masyarakat untuk ikut memeriahkan serta mensukseskan PBTY hingga bisa masuk dalam program Wonderful Indonesia.

“Bagi kami, ini perjuangan yang sangat luar biasa dan menjadi kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Setiap hari tidak pernah sepi. Meski hujan lebat, namun warga tetap antusias. Ini yang membuat rekan-rekan panitia semakin semangat,” urainya.

Senada juga disampaikan Ketua Umum PBTY 2019, Tri Kirana Muslidatun. Istri Walikota Yogya ini mengaku, agar bisa masuk dalam Wonderful Indonesia bukan perkara mudah.

Tim dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bahkan sejak tiga tahun penyelenggaraan PBTY memantau secara langsung. Hal itu guna membuktikan jika gelaran PBTY benar-benar dinikmati dan digemari oleh masyarakat.

Tri Kirana menjelaskan, dirinya sudah menjadi Ketua Umum PBTY sejak penyelenggaraan yang kedua pada tahun 2007 lalu hingga tahun ini.

“Saya berharap ketua umum diisi oleh orang lain. Namun sejak menjadi istri Wakil Walikota saat itu hingga saat ini menjadi istri Walikota, selalu saja diminta.menjadi ketua. Karena ini adalah kerja bersama masyarakat, selama dibutuhkan saya akan terus membantu.” tandasnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close