PEMDA Bisa Memanfaatkan Instrumen Fiskal Dalam Percepatan Pembangunan
Pemerintah pusat meminta Pemda untuk tidak menunggu transfer dana APBN untuk mempercepat pembangunan. Pemanfaatan instrumen fiskal dinilai dapat menjadi solusi bagi Pemda dalam mendorong pembangunan di daerah.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi hal yang penting untuk mempercepat untuk pembangunan infrastruktur internasional, namun pemerintah pusat menghimbau pemerintah daerah untuk tidak hanya menunggu transfer anggaran dapatan belanja negara atau APBN.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, pemerintah daerah bisa memanfaatkan instrumen Fiskal dalam percepatan pembangunan.
Ani mencontohkan, pihak pemda dapat memanfaatkan pembiayaan dari PT Sarana Multi Infrastruktur selama ini pembiayaan telah disalurkan PT SMI berada di sektor pembangunan jalan, rumah sakit umum daerah dan pasar.
“Sebetulnya mereka bisa mobilisasi sumber pembiayaan yang berasal mulu dari APBN yaitu menunggu transfer pusat, namun mereka bisa banyak melakukan aktivitas yang lain” ungkap Ani
Ani Menambahkan, dalam hal ini PT SMI bisa membantu untuk mobilisasi dan menstrukturkan suatu proyek mereka bisa menghasilkan sumber daya yang berasal dari Non APBN murni.
Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad mengungkapkan, Di 2020 PT SMI menargetkan dapat memperluas pembiayaan ke sektor penyediaan air bersih hingga pengelolaan sampah
“Kalo kita berbicara mengenai infrastruktur katakanlah penyediaan air bersih apalagi infrastruktur yang berkaitan dengan publik di perkotaan misalnya juga, sampah, transportasi kota itu adalah infrastruktur yang memerlukan perencana yang lebih matang penyiapan teknik teliti yang lebih kompleks” Ucap Edwin
Sejak awal tahun hingga saat ini PT SMI sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp.1,65 Triliun, perusahaan menargetkan dapat mendorong penyaluran pembiayaan sebesar 20% di tahun 2020 mendatang
