Pemerintah Kembali Datangkan Vaksin Pfizer Sebanyak 1,2 Juta Dosis

0
Vaksin Pfizer 1

Pemerintah kembali mendatangkan vaksin COVID-19 produksi Pfizer dalam bentuk siap pakai. Vaksin tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang Banten pada Kamis pagi (2/9/2021) sebanyak 1,2 juta dosis.

Kedatangan vaksin ini disambut oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono melalui virtual.  Vaksin tersebut  merupakan vaksin tahap kedua yang didatangkan Pemerintah, sebelumnya vaksin Pfizer tahap pertama telah diterima Pemerintah Indonesia pada 19 Agustus 2021 lalu.

“Untuk Pfizer, kita akan mendapatkan kurang lebih 54,6 juta. Dengan kedatangan yang sudah diterima sekitar 1,5 juta (dosis), dan ini adalah kedatangan kedua sebesar 1,2 juta dosis,” kata Wamenkes.

Untuk keseluruhan vaksin Pfizer ini merupakan kedatangan tahap ke-47. Dengan kedatangan ini vaksin tahap ke-47 ini, imbuh Dante, Indonesia telah memiliki sekitar 220 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk  jadi maupun bahan baku atau bulk.

“Untuk Pfizer, kita akan mendapatkan kurang lebih 54,6 juta. Dengan kedatangan yang sudah diterima sekitar 1,5 juta (dosis), dan ini adalah kedatangan kedua sebesar 1,2 juta dosis,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wamenkes mengungkapkan, pemerintah terus meningkatkan kecepatan laju vaksinasi. Sejak vaksinasi pertama pada 13 Januari lalu, cakupan vaksinasi telah mencapai 50 juta dosis di bulan Juli atau dalam waktu 26 minggu. Kemudian, di akhir Agustus Indonesia telah berhasil mencapai 50 juta kedua, hanya kurang lebih enam minggu sejak 50 juta vaksinasi pertama.

“Jadi percepatan vaksinasi sudah sedemikian rupa sehingga kita makin lama makin punya pengalaman untuk melaksanakan vaksinasi ini lebih cepat,” ujarnya. Disampaikan Dante, selama bulan Agustus pihaknya telah menerima tambahan vaksin sebanyak 43 juta dosis dan distribusi vaksin ke daerah telah mencapai rata-rata 8-15 juta dosis vaksin.

Pemerintah pun menargetkan 2,3 juta dosis vaksinasi harian di bulan September. “Laju suntikan berhasil ditingkatkan menjadi 10 juta per 10 hari sejak bulan Agustus. Dengan distribusi vaksin sebesar 15,2 juta di pekan ke-4 Agustus dan 20,3 juta di pekan ke-5 Agustus hingga awal September ini, kami optimis target 2,3 juta dosis per hari yang tadi saya sampaikan akan dapat tercapai,” ujarnya.

Percepatan laju vaksinasi tersebut, ujar Wamenkes, akan dapat terwujud dengan dukungan dari seluruh elemen bangsa. “Diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan dinas kesehatan daerah, TNI, Polri, organisasi masyarakat, dan swasta untuk terus dapat mempercepat laju vaksinasi,” pungkasnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *