Pemerintah Kirim Genset dan Smartphone untuk Percepat Pemulihan Pascabanjir Sumatra

Pemerintah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa generator set (genset) dan ponsel pintar kepada warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra. Bantuan ini ditujukan untuk mempercepat pemulihan layanan dasar, khususnya pasokan listrik dan akses komunikasi, yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam situasi darurat pascabencana.
Pelepasan bantuan dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta,belum lama ini. Bantuan tersebut dilepas langsung oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, yang hadir mewakili Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemkomdigi dan Telkomsel sebagai bagian dari sinergi pemerintah dan sektor swasta dalam penanganan bencana.
Dirjen KPM Fifi Aleyda Yahya menyampaikan bahwa bantuan tersebut difokuskan untuk memastikan masyarakat terdampak banjir tetap dapat berkomunikasi, memperoleh informasi penting, serta menjaga ketenangan dan rasa aman di tengah kondisi darurat.
“Bantuan ini menjadi simbol kehadiran negara bersama sektor privat untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir di Sumatra. Ini juga wujud nyata semangat gotong royong agar kehidupan warga bisa kembali pulih setelah musibah,” ujar Fifi.
Bantuan logistik yang dikirimkan meliputi 100 unit genset berkapasitas 10 KVA yang akan digunakan untuk memulihkan pasokan listrik secara darurat di wilayah terdampak. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan 500 unit ponsel pintar untuk membantu warga tetap terhubung dengan keluarga, relawan, dan layanan darurat.
Tak hanya itu, paket bantuan juga mencakup 1.500 perlengkapan ibadah yang terdiri dari jilbab, mukena, dan Al-Qur’an. Perlengkapan tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual dan ketenangan batin bagi para korban bencana dalam menghadapi masa sulit.

Bantuan ini akan didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak banjir di Sumatra, dengan prioritas pada daerah yang mengalami dampak paling parah, seperti Kabupaten Aceh Tamiang, Takengon di Kabupaten Aceh Tengah, serta Blangkejeren di Kabupaten Gayo Lues.
Fifi menjelaskan bahwa kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Meskipun di beberapa wilayah jaringan komunikasi telah kembali tersedia, banyak warga yang tidak dapat memanfaatkannya karena ponsel mereka rusak atau hilang akibat banjir.
“Banyak masyarakat yang sebenarnya sudah terjangkau sinyal, tetapi handphone-nya rusak atau hanyut terbawa banjir. Karena itu, bantuan ponsel pintar ini menjadi sangat penting,” jelasnya.
Menurut Fifi, penyaluran genset dan ponsel pintar bertujuan menjaga konektivitas agar warga tetap bisa berkomunikasi dengan kerabat, mengakses informasi terkini, serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Sementara itu, bantuan perlengkapan ibadah diharapkan dapat membantu menguatkan mental dan spiritual para korban.
Ia menambahkan bahwa tidak ada kriteria penerima yang bersifat kaku dalam penyaluran bantuan ponsel pintar. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan dengan melibatkan Telkomsel, pemerintah daerah, serta tim tanggap bencana.
“Penyaluran bantuan dilakukan secara fleksibel sesuai kondisi di lapangan, agar tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” kata Fifi.

Menutup keterangannya, Fifi menegaskan komitmen Kemkomdigi untuk terus mendukung percepatan pemulihan infrastruktur digital di wilayah terdampak bencana, sehingga seluruh masyarakat dapat kembali terhubung dan menjalani aktivitas secara bertahap.
