Pemerintah Perkuat Koordinasi Amankan Kapal di Selat Hormuz

0
69825ede-b3e0-459d-911e-2f6547dbd1a6

Kapal tanker milik Pertamina sedang membawa minyak mentah melintas perairan Timur Tengah (Foto: Pertamina International Shipping)

El John News, Jakarta-Pemerintah Indonesia meningkatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan keamanan pelintasan kapal nasional di Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.

Upaya ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, guna menjamin keselamatan kapal beserta awaknya, sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa komunikasi dengan berbagai pihak dilakukan secara berkelanjutan.

“Kementerian ESDM terus berkomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan proses pelintasan kapal Indonesia di Selat Hormuz dapat berjalan aman dan lancar,” ujarnya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).

Ia menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada distribusi energi, tetapi juga pada keselamatan para awak kapal.

“Dalam proses tersebut, tidak hanya soal muatan, tapi keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama pemerintah,” tambahnya.

Di sisi lain, langkah diplomasi juga terus dilakukan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl A. Mulachela, menyebut koordinasi telah dilakukan sejak awal dengan pihak terkait di Teheran.

“Sejak awal kami telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait di Iran guna memastikan keselamatan kapal dan awak kapal Indonesia,” kata Nabyl.

Ia juga mengungkapkan adanya perkembangan positif dari komunikasi tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini hal tersebut tengah ditindaklanjuti pada aspek teknis dan operasional,” jelasnya.

Sementara itu, Pertamina turut mempersiapkan langkah teknis melalui anak usahanya, Pertamina International Shipping. Dua kapal yang menjadi fokus yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro direncanakan melintasi jalur tersebut dengan pengamanan maksimal.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan operasional.

“Prioritas kami tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut memberikan dukungan.

“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Selain memastikan keamanan pelayaran, pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri. Salah satunya dengan memperluas sumber impor minyak mentah dan bahan bakar dari berbagai kawasan di luar Timur Tengah, sesuai arahan Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan energi nasional yang terus meningkat, sementara pasokan selama ini masih bergantung pada sejumlah negara, termasuk Arab Saudi. Sepanjang 2025, impor minyak mentah Indonesia mencapai lebih dari 135 juta barel dengan sumber pasokan yang tersebar dari berbagai kawasan dunia.

Dengan penguatan koordinasi, diplomasi, serta strategi diversifikasi energi, pemerintah optimistis keamanan pelintasan kapal Indonesia dan stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *