Pemerintah Siapkan Paket Wisata Untuk Meriahkan Piala Dunia U-20 Tahun 2023
Piala Dunia U-20 2023 yang dilangsungkan di Indonesia memiliki daya dongkrak untuk perekonomian nasional. Sejumlah sektor akan berdampak positif dari perhelatan Kompetisi Dunia Sepak Bola tingkat usia muda itu.
Pada Kamis (08/09/2022), Presiden menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri terkait membahas persiapan penyelenggara event tersebut di Istana Merdeka Jakarta. Persiapan menjadi perhatian Presiden yakni soal kesiapan sektor pariwisata. Terkait hal itu, Presiden menginstruksikan kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, menyiapkan paket wisata untuk para peserta Piala Dunia.
Terkait hal tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan pihaknya tengah menyiapkan promosi paket wisata di enam kota yang menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 2023. Keenam kota tersebut yakni Jakarta (Stadion Utama Gelora Bung Karno), Palembang (Stadion Jakabaring), Bandung (Stadion Si Jalak Harupat), Surakarta (Stadion Manahan), Surabaya (Stadion Gelora Bung Karno) dan Gianyar (Stadion Kapten I Wayan Dipta.
“Ada enam venue yang akan digunakan, tentunya Bali ini destinasi unggulan kita dan juga Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta dan Surabaya. Di enam venue tersebut kita persiapkan juga paket-paket wisata,” kata Sandiaga

Menparekraf menjelaskan paket wisata yang disiapkan merupakan paket wisata untuk pre and side event. Destinasi yang masuk dalam paket wisata ini, diantaranya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk wilayah Jawa Timur, Candi Borobudur untuk wilayah Jawa Tengah, wisata alam dan kuliner di Jawa Barat, serta wisata berbasis sejarah dan kerajinan berbahan dasar kulit di Sumatera Selatan.
Menurut Menparekraf tidak hanya paket wisata, produk ekonomi kreatif unggulan juga harus disediakan agar dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan wisatanya selama Piala Dunia berlangsung.
Lebih lanjut Menparekraf mengungkapkan, yang tidak kalah penting untuk siapakan adalah pemasarannya. Agar pemasarannya dapat berjalan maksimal maka akan menggunakan digital marketing.
“Kita juga melakukan pendekatan dari segi digital marketing sehingga event dunia ini bisa membawa dampak positif terhadap pemulihan pariwisata promosi destinasi maupun juga produk-produk ekonomi kreatif kita,” jelasnya.

Selain paket wisata, persiapan yang paling difokuskan adalah stadion yang dipilih termasuk infrastruktur pendukung lain yang sesuai dengan standar FIFA.
“Bapak Presiden memutuskan [menginstruksikan] kepada kami menteri-menteri terkait untuk segera melakukan langkah-langkah memenuhi apa yang dikehendaki oleh FIFA,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.
Menpora menjelaskan, sebelumnya sejumlah stadion dan fasilitas telah siap untuk penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 yang sedianya diadakan pada tahun 2021. Namun, karena adanya penundaan dan juga dipergunakannya fasilitas tersebut untuk berbagai ajang pertandingan maka diperlukan sejumlah perbaikan di fasilitas tersebut.

“Saya beri contoh, seperti Stadion Manahan Solo yang tadinya sudah siap, tetapi pada saat itu kita gunakan untuk turnamen pramusim, dua kali bahkan turnamen pramusim, yaitu Piala Menpora dan Piala Presiden, kemudian untuk kompetisi Liga musim 2021/2020 dan 2022/2023, dan terakhir digunakan untuk ASEAN Para Games, sehingga kondisinya masih perlu perbaikan lagi. Sama halnya dengan stadion-stadion lainnya, seperti [Stadion] Si Jalak Harupat, Bandung dan lain sebagainya,” ujarnya.
