Pemprovsu Tawarkan Investasi LRT dan BRT pada Badan Usaha Korea
Plt.Sekdaprovsu, Ibnu S. Hutomo menawarkan proyek pengembangan transportasi kereta di Sumatera Utara (Sumut) kepada Korea Rail Network Aothority (KRNA), salah satu BUMN dari Korea. Hal itu disampaikannya ketika menerima kunjungan Korea Rail Network Aothority (KRNA) di ruang rapat Asisten Lt. VIII Kantor Gubsu, kemarin.
Ibnu mengatakan, Pemprovsu menyambut baik kunjungan dari KRNA yang ingin berinvestasi di Sumatera Utara, khususnya di bidang transportasi perkeretaapian.
“Apalagi, saat ini Pemprovsu memiliki program pembangunan di bidang transportasi, seperti perkeretaapian dalam rangka pengembangan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Danau Toba dan program lainnya. Melalui komunikasi yang terjalin antara Pemprovsu dan Pemerintah Korea, kami harapkan nantinya ada hal yang bisa dikerjasamakan ke depan,” katanya.
Kabid Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provsu, Agustinus menambahkan, proyek yang ditawarkan salah satunya adalah proyek pengembangan kereta api perkotaan yaitu di kawasan Medan-Binjai-Deliserdang-Karo.
“Ini merupakan salah satu program prioritas Dinas Perhubungan Provsu. Karena Medan sudah dalam proses pembangunan LRT. Tapi masih di Medan. Sementara pergerakannya ke kawasan Medan-Binjai-Deliserdang-Karo. Tujuannya agar kawasan ini terhubung dengan kereta api,” ujar Agustinus.
Selain itu, Dinas Perhubungan Provsu juga merencanakan adanya rel kereta api dari Pematangsiantar ke Bandara Silangit.
“Studi kelayakannya sudah dilakukan tahun lalu yang juga akan menunjangan pengembangan destinasi wisata Danau Toba,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Kadisbubpar Sumut, Hidayati juga sangat menyambut baik keinginan dari KRNA yang ingin menjajaki kerjasama di bidang transportasi perkeretapian degan Provinsi Sumatera Utara. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata di Provinsi Sumatera Utara.
“Target satu juta wisatawan di Provinsi Sumatera Utara tentunya harus didukung transportasi yang memadai, salah satunya kereta api. Dan mungkin satu saat 16 geosite yang ada di Geopark Danau Toba akan terhubung dengan kereta api. Sehingga untuk mengelilingi Danau Toba itu tidak memakan waktu terlalu lama,” kata Hidayati.
GM Devisi Luar Negeri KRNA, Dae-Geun Park mengatakan, KRNA merupakan salah satu BUMN di Korea yang bergerak di bidang transportasi massal seperti Light Rapid Transportation (LRT) dan Bus Rapid Transportation (BRT) dan konstruksi.
Karenanya, Pemerintah Korea ingin menjajaki kerja sama di bidang transportasi massal kepada Pemprov Sumut, yakni seperti Light Rapid Transportation (LRT) dan Bus Rapid Transportation (BRT).
“Mengingat Pemerintah Indonesia tengah menggalakkan program aktivasi jalur kereta api, termasuk di Provinsi Sumatera Utara. Kita akan jajaki proyek yang ditawarkan,” ujarnya, yang hadir bersama Wakil GM Devisi Luar Negeri KRNA, Sung Hee Cho.
