BusinessDestinationTourismTransportation

Penerbangan Perdana Garuda Indonesia Rute Mumbai-Bali Berlangsung Sukses

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury, dan rombongan VIP dari PT. Angkasa Pura I, serta awak media India, mengawal penerbangan perdana (Inaugural Flight) bersejarah maskapai Garuda Indonesia rute Mumbai-Bali, mendarat mulus di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Selasa (24/4).

Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-200 Aircraft rute Mumbai-Bali, saat mendarat perdana di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, disambut meriah dengan semburan water cannon. Sambutan seperti ini sering dilakukan pihak bandara Ngurah Rai untuk memberikan apresiasi kepada maskapai yang membuka rute penerbangan perdana ke Bali.

Pembukaan penerbangan langsung ini membuat Menpar Arief Yahya menetapkan peningkatan target jumlah kunjungan wisatawan asal India. Dari data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, jumlah kunjungan wisatawan India ke Bali melonjak hampir 46%. Jumlah wisatawan Negeri Bollywood itu berada pada posisi 3 besar. Angkanya di bawah Tiongkok 1,37 juta orang dan Australia 1,06 juta orang.

“Untuk 2018, Saya telah menetapkan target sebesar 700.000 kunjungan wisatawan India. Ini adalah target besar, namun kami sangat optimis dapat mencapai target ini,” kata Menpar.

Menurut Menpar, bahwa sebelum ada penerbangan langsung Mumbai-Bali, jumlah wisatawan asal India ke Indonesia sudah mencapai 485.314 pada 2017. Optimisme pencapaian target tahun 2018 dilandasi dengan pertumbuhan pasar India yang mencapai 30 persen dibandingkan periode 2016, tertinggi kedua setelah Tiongkok.

Pada 2018, wisatawan asal India ke Indonesia telah melampui jumlah wisatawan asal Korea dan Jepang. Tercatat, jumlah wisatawan asal India mencapai 87.000 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah wisatawan asal Jepang sebanyak 74.000 orang dan 63.000 wisatawan asal Korea.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, menyatakan bahwa India adalah pasar baru potensial. Angka outbondnya pun tinggi. Angkanya menembus 20,3 juta orang per tahun. “Saya yakin, akan banyak maskapai yang akan mengikuti langkah ini untuk membuka poros langsung ke India.” ungkap Menpar.

Lebih lanjut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, mengatakan bahwa dengan direct flight Mumbai-Bali, para wisatawan, dunia usaha, maupun masyarakat luas bisa lebih hemat waktu karena pesawat langsung menuju ke Bali.

Menurut Pitana, Bali akan semakin diminati wisatawan karena belum lama ini, Bali meraih tiga penghargaan pada ajang Global Destination Marketing Summit and World Culture and Tourism Forum, yang digelar oleh Pemerintah Tiongkok dan C-Trip di Xi’an, Tiongkok. Ketiga penghargaan yang diraih yaitu Top 10 Overseas Destination, Top 10 Luxury Travel Destination, dan Top 10 Honeymoon Destination for Chinnese Tourists selama 2017.

Untuk kategori Top 10 Honeymoon Destination, Bali berada di urutan pertama mengalahkan destinasi kelas dunia seperti Hawaii, Paris, New York, Dubai, Madrid, Sydney, Guam, dan Valietta. Sedangkan untuk kategori Top 10 Overseas Destination dan Top 10 Luxury Travel Destination, Bali berada di urutan 4. “Kami berharap dalam jangka panjang penerbangan Mumbai-Denpasar ini bisa terus tumbuh,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury.

Pahala N. Mansury, mengaku tertantang mengembangkan penerbangan rute Mumbai-Denpasar. Apalagi, pasar India sangat besar. Dari 1,3 miliar jumlah penduduk India, sebanyak 500 juta di antaranya merupakan penduduk kaya. Wisatawan asal India juga tergolong lama dalam berlibur, rata-rata menghabiskan 5-6 hari dengan pengeluaran sekitar USD 903.

Pahala melanjutkan, potensi pasar wisatawan asal India sangat besar. “Ada banyak hal menarik yang membuat orang India datang ke Bali, terutama kesamaan antara kedua budaya tersebut. Selain Bali, destinasi lain di sekitarnya juga akan diuntungkan. India ini pasarnya besar. Masyarakat kelas menengah juga atasnya pun sangat banyak. Memang harus ada akses langsung untuk menarik mereka ke sini,” katanya.

Dengan niatan memberi pelayanan prima, Garuda langsung mengoperasikan armada modern Airbus A330-200 Aircraft. Wisatawan bisa memilih 2 kelas, yaitu bisnis dan ekonomi. Untuk kelas bisnis tersedia 36 flat bed seats, lalu ekonomi tersedia 186 kursi dengan lay out 2-4-2. Jadwal keberangkatan dua kali setiap minggunya, yaitu pada hari Senin dan Kamis.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close