Lifestyle

Penyakit yang Biasanya Terjadi Pada Remaja

remaja-gadget

Gangguan Kesehatan Remaja berkaitan dengan perubahan psikis atau mental emosional. Usia remaja adalah masa proses pertumbuhan seseorang dari anak-anak menjadi dewasa. Pada fase ini ditandai dengan munculnya bulu-bulu disekitar kelamin, ketiak, kumis cambang jenggot, suara membesar dan perkembangan organ-organ seksual yang siap menghasilkan keturunan. Pada umunya remaja merupakan fase siklus perubahan baik secara fisik maupun mental, dalam proses pertumbuhan menjadi dewasa. Dalam fase ini remaja sudah meninggalkan dunia anak-anak akan tetapi belum bisa disebut dewasa. Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang cepat, munculnya ciri-ciri kelamin sekunder, seperti tumbuhnya bulu-bulu disekitar kelamin, ketiak, pada cowok tumbuh kumis, cambang, jenggot dan bulu dada, suara yang membesar, pada wanita buah dada dan pinggul yang membesar. Perkembangan organ-organ seksual terjadi untuk persiapan menghasilkan keturunan. Pada masa ini juga terjadi perubahan psikis atau mental emosional.

Jerawat adalah gangguan kesehatan kulit yang ditandai dengan peradangan kronis pada kelenjar minyak, sehingga memunculkan komedo, benjolan kecil kadang juga disertai pembentukan parut. Remaja juga sering menderita penyakit kulit lain seperti scabies, jamuran (Panu), dan eksim/dermatitis. Tidak hanya sampai disitu, Kelainan pengelihatan yang sering dialami remaja adalah rabun dekat, rabun jauh atau astigmatisma. Gangguan Kesehatan Mata disebabkan karena berkurangnya kemampuan mata untuk mengakomodasi, yang bisa dirasakan ketika berumur 20-an.

Siapa bilang kalau remaja bisa terhindar dari kurang darah atau Anemia. Penyakit Anemia adalah penyakit kekurangan darah yang disebabkan oleh kekurangan gizi seimbang seperti zat besi, sayur, buah. Tetapi sabagian remaja mengkonsumsi buah yang berbentuk botol/kaleng yang sudah diberi pengawet dan penyedap rasa. Anemia mengidentifikasikan bahwa produksi sel darah merah berada di bawah ambang batas, penderita anemia memiliki gejala seperti sesak nafas dan mata berkunang-kunang.

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut. nsomnia bukan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab, seperti kelainan emosional,kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan. Sulit tidur sering terjadi, baik pada usia muda maupun usia lanjut; dan seringkali timbul bersamaan dengan gangguan emosional, seperti kecemasan, kegelisahan, depresi atau ketakutan.

Kadang seseorang sulit tidur hanya karena badan dan otaknya tidak lelah. Dengan bertambahnya usia, waktu tidur cenderung berkurang. Stadium tidur juga berubah, dimana stadium 4 menjadi lebih pendek dan pada akhirnya menghilang, dan pada semua stadium lebih banyak terjaga. Perubahan ini, walaupun normal, sering membuat orang tua berfikir bahwa mereka tidak cukup tidur.

Pola terbangun pada dini hari lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan sulit untuk tertidur kembali.

Kadang mereka tidur dalam keadaan gelisah dan merasa belum puas tidur. Terbangun pada dini hari, pada usia berapapun, merupakan pertanda dari depresi. Orang yang pola tidurnya terganggu dapat mengalami irama tidur yang terbalik, mereka tertidur bukan pada waktunya tidur dan bangun pada saatnya tidur.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button