Penyelesaian Persoalan Bandara di Indonesia ala Menteri Pariwisata

0
Menpar-Arief-Yahya-1

Bandara merupakan akses penting di Pariwisata Indonesia. Menteri Pariwisata, Arief Yahya punya ide cemerlang untuk bandara di Tanah Air.

Menurut Menteri Pariwisata era Presiden Jokowi ini untuk membangun atau mengubah bandara di Indonesia tentu akan memakan waktu yang lama.

“Dulu dalam Ratas (Rapat Terbatas) dengan Presiden, sudah pernah diputuskan untuk menaikkan jam operasi dari 12 jam menjadi 18 jam, agar bandara seperti Adi Sucipto Yogyakarta itu bisa menampung lebih banyak penerbangan,” ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya di Jakarta.

Dalam kunjungan kerja ke industri penerbangan hingga Angkasa Pura II (AP II), di Soekarno Hatta Tangerang, Arief Yahya menginginkan agar bandara di Indonesia beroperasi selama 24 jam.

Pertama, Working Hours atau jam operasional, harus bisa melayani 24 jam, sehingga bisa mengatasi problem jumlah flight.

“Anda lihat Bali, Jakarta dan Manado sudah mulai bisa didarati pesawat yang terbang malam,” bebernya lagi.

Kedua, implementasikan dengan IT (teknologi informasi) di semua pelayanan kepada publik. Manfaatkan digital, pasti tidak akan ada kebocoran di sana sini.

“Dulu PT KAI di era Pak Jonan, juga menggunakan digital dan IT, dan hasilnya langsung double. Memudahkan semua pihak. Saya jamin, jika semua lini menggunakan IT, pengelolaan bandara ini juga akan double value,” jelasnya.

Ketiga, perbaiki semua regulasi yang menghambat. Apa saja, regulasi yang membuat jumlah penerbangan terhambat, segera dibedah, direvisi, diperbaiki. Tentu, dengan tetap memperhitungkan standart safety buat customers.

“AP II ini jauh lebih beruntung dari industri transportasinya, airlines. Mereka itu lebih sulit mengejar revenue, karena harus menghitung dengan benar. AP ini bisa kombinasi antara service dan property, dan anda semua tahu, bisnis property jauh lebih menghasilkan daripada jasa penerbangan,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *