Peran Secondary Market dalam Industri Otomotif Indonesia
Umumnya kendaraan digunakan sebagai alat transportasi, namun beberapa kalangan seperti pecinta mobil-mobil tua, mereka lebih memilih mengoleksi mobil-mobil tua mereka. Mobil bekas yang antik punya daya tarik tersendiri daripada mobil baru, mobil tua antik terasa lebih eksklusif lantaran jarang beredar di jalan raya.
Apalagi mobil-mobil simpanan yang terawat dengan baik, sudah hal yang wajar jika harganya pun jauh di atas pasaran. Seperti yang Otoseken temui di Showroom Malique Selatan Djakarta yang berlokasi di bursa mobil Blok M Mall, Jakarta Selatan.
Owner Malique Selatan Djakarta Classic Showroom Madhyasta Hima Maliki, memang mengutamakan menjual mobil-mobil antik di segmen tahun-tahun tua karena kecintaan pada mobil antik.
“Awalnya dari hobi, sejak kecil memang suka mobil-mobil antik sehingga bisa seperti sekarang,” kata Maliki, owner dari Malique Selatan Djakarta.
Pada awalnya Maliki menjual spare part kemudian beralih ke penjualan mobil, namun hanya khusus mobil-mobil Mercy pada saat itu. Barulah showroom Malique Selatan Djakarta menjual mobil-mobil antik dari berbagai merek.
Maliki memulai bisnis di dunia otomotif khususnya mobil classic semenjak duduk di bangku SMA ( Sekolah Menengah Atas ).
“Kita mainnya di segmen mobil jadul, mobil nostalgia, dan mobil langka yang memang kondisinya perfect dan low kilometer,” kata Maliki.
Untuk range harganya, dimulai dari harga Rp 30 juta sampai yang termahal Rp 2 miliar. Harganya pun ditentukan dari kondisi mobil. Tentunya harga mobil tua yang usianya lebih dari 10 atau bahkan 20 tahun lebih terjangkau, karena bisa jadi banderolnya lebih murah dibandingkan dengan kendaraan roda dua keluaran baru.
Dengan uang Rp 20 jutaan sekarang sudah bisa mendapatkan kendaraan roda empat bekas. Tentunya, dengan harga tersebut mobil yang didapatkan juga tahun tua di atas 10 tahun, bahkan lebih.
“Harganya sesuai kondisi ya, semakin perfect kondisinya bisa tinggi juga harganya, waktu itu yang termurah seharga Rp 30 juta mobil Corona tahun 1982, harganya murah karena kondisinya bukan yang perfect,” katanya.
Tetapi, dengan ketelitian saat membeli barang bukan tidak mungkin pembeli bisa mendapatkan barang yang bagus dan tidak harus banyak perbaikan
Lanjut Maliki menjelaskan, pernah juga mendapatkan mobil unit baru tahun lama, statusnya pun masih off the road. Showroom ini juga melayani tukar tambah, asalkan kondisi sangat bagus atau sempurna dan bukan mobil yang tahun muda.
“Boleh aja tukar tambah, tapi kita lihat dulu kondisinya, mobilnya harus perfect, low kilometer, kalau bisa di bawah tahun 2000,” terang Maliki.
Ia mengaku, pangsa pasar mobil antik masih tinggi, penjualan mobil dalam sebulan di showroom Malique Selatan Djakarta bisa laku kurang lebih 10 unit. dan kita jual beli mobil dengan kualitas mobil yang benar-benar terawat dan lengkap untuk surat menyurat.
Hima Maliki, Pemilik Malique Selatan Djakarta showroom mobkas di Blok M Mall Lt. Basement Jakarta Selatan, mengatakan, saat hendak membeli mobil bekas perlu juga menyiapkan dana cadangan untuk kebutuhan perbaikan.
“Pasti ada yang harus diservis, makanya harus sediakan dana tambahan. Seninya membeli mobil bekas itu cari spare part, ke bengkel, untuk perbaikan mobil,” ujarnya
Meski mobil sudah berusia tua, Hima mengatakan, komponennya masih cukup mudah didapatkan dan harganya juga cukup terjangkau, terutama di kota-kota besar. Ketersediaan onderdil di pasar tentunya memberikan sedikit rasa lega bagi pemilik mobil, setidaknya pemilik mobil tidak dipusingkan saat mencari komponen jika sewaktu-waktu mengalami kerusakan.


